Bos Bakrie Group Bicara Bisnis Kendaraan Listrik

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Anindya Bakrie saat membuka test event road to Asian Games bertajuk CIMB Niaga Indonesia Open Aquatic Championship 2017, di Aquatic Stadium, Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa, 5 Desember 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Ketua Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Anindya Bakrie saat membuka test event road to Asian Games bertajuk CIMB Niaga Indonesia Open Aquatic Championship 2017, di Aquatic Stadium, Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa, 5 Desember 2017. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Bakrie Group mengembangkan suku cadang otomotif dan mendukung program nasional kendaraan listrik.

    Bisnis di bidang kendaraan listrik dijalankan oleh Bakrie Autoparts, anak usaha PT Bakrie & Brother Tbk. (BNBR).

    "Kendaraan listrik merupakan salah satu pengembangan bisnis BNBR untuk menciptakan solusi transportasi hijau," kata Direktur Utama PT BNBR Anindya Bakrie dalam keterangan pers virtual di Jakarta hari ini, Kamis, 17 Desember 2020.

    Anindya menerangkan Bakrie Group telah meluncurkan kendaraan listrik atau bus listrik pertama di Indonesia yang telah lulus homologasi, legalitas, dan teknis untuk diuji coba secara komersial oleh TransJakarta, operator Bus Transjakarta.

    Bakrie Autoparts juga sedang membangun unit ketiga bus listrik di sebuah perusahaan karoseri lokal khusus untuk BRT TransJakarta.

    Menurut Anindya, putra pengusaha dan mantan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, selain di Jakarta penggunaan bus listrik juga diminati di Bali, Jawa Tengah, dan Aceh.

    "Diharapkan akan makin banyak lagi provinsi yang berminat sehingga menciptakan iklim hijau," ucapnya.

    Anindya, yang juga Ketua PB PRSI, menuturkan bahwa tren penggunaan kendaraan listrik terjadi di berbagai negara. Indonesia sebaiknya tidak ketinggalan dalam menggunakan teknologi itu sebagai kendaraan masa depan. Apalagi, Indonesia memiliki simpanan besar nikel, bahan baku baterai kendaraan listrik.

    "Kita tidak perlu lagi impor baterai, tapi (baterai kendaraan listrik) bisa diproduksi di dalam negeri," ucap bos Bakrie Group tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.