Bus Trans Jogja Dilengkapi Blackbox dan Alarm Pendeteksi Kecepatan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Trans Jogja. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Bus Trans Jogja. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta resmi menambah tiga koridor anyar jalur bus Trans Jogja pada Selasa 29 Desember 2020.
    Bus andalan wisatawan dan warga Jogja itu kini melayani 25 kecamatan dengan tambahan wilayah operasional kecamatan Godean, Ngaglik, dan Ngemplak yang berada di Kabupaten Sleman.

    Wakil Gubernur DIY Paku Alam X menuturkan sejak beroperasi tahun 2008 silam dengan 54 armada dan hanya 3 trayek, hingga 2019 total armada Trans Jogja sudah menjadi 128 armada dan melayani 11 trayek di 22 kecamatan.

    “Pada 2020 ini, dengan tambahan koridor baru itu total operasional menjangkau 25 kecamatan dan mendapat tambahan 44 armada baru lagi dari Kementerian Perhubungan,” ujar Paku Alam X pada Selasa 29 Desember 2020.

    Paku Alam menuturkan, yang menjadi daya jual Trans Jogja tak semata layanan transportasi umum perkotaan yang sudah direformasi. Dari yang awalnya sistem setoran menjadi pembelian layanan atau buy the service.

    Melainkan armada yang mumpuni untuk memberikan kenyamanan penumpang dan pengemudi serta pengelolaan mudah bagi operator, yakni PT Jogja Tugu Trans.

    “Seluruh armada untuk trayek pengembangan Trans Jogja tergolong sangat modern karena menggunakan teknologi tinggi berbasis teknologi infomasi dan telematika,” ujar Paku Alam.

    Setidaknya ada tujuh teknologi yang disematkan untuk armada Trans Jogja yang baru ini. Meliputi kotak blackbox yang merekam perjalanan bus, Global Positioning System (GPS), sejumlah kamera CCTV di dalam kabin, alat pengontrol pramudi, dan alat penghitung penumpang secara otomatis atau automatic passenger count.

    Selain itu angkutan umum andalan Yogyakarta ini juga dilengkapi sistem tiket non-tunai dan alarm sebagai pendeteksi kecepatan tinggi.

    “Semua teknologi armada itu terintegrasi dalam sistem intelligent transport system atau sistem transportasi yang cerdas," kata Paku Alam X.

    Direktur PT Jogja Tugu Trans Agus Andrianto menuturkan mulai tahun 2021, armada Trans Jogja juga akan mulai memakai teknologi plasmacluster untuk pendinginnya.
    Ini demi memberi pengamanan kepada penumpang karena fungsinya memastikan suhu stabil sesuai standar.

    Penumpang juga kini dimudahkan mengakses Trans Jogja untuk mengetahui rute, titik-titik halte, hingga jadwal bus hanya dengan mengunduh aplikasi Teman Bus. Agus mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu usulan Kementerian Perhubungan RI terkait tarif untuk armada baru Trans Jogja itu.

    “Namun dari sisi infrastruktur, alat untuk cek tiket dan sebagainya, kami sudah siap," ungkap Agus.

    Di masa pandemi Covid-19 ini, Trans Jogja masih membatasi load factor atau keterisian penumpang maksimal hanya 75 persen dari total kursi tersedia. Yang ditandai dengan kursi bus yang boleh diduduki dan tidak.

    Pelaksana Tugas Dinas Perhubungan DIY Made Dwi Panti Indrayanti mengatakan jalur baru Trans Jogja memungkinkan lahirnya kerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Sleman.

    Pihaknya tengah mengkaji, agar siswa-siswa sekolah, terutama yang sekolahnya dilewati jalur Trans Jogja, dapat memanfaatkan bus itu untuk pergi dan pulang sekolah.
    “Hal ini untuk meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor bagi siswa yang belum cukup usia," kata Made.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.