Perangi Covid-19, Honda dan Alumni UIN Bagi-bagi Sembako untuk Nakes

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AHM dan Alumni UIN bagi-bagi sembako untuk nakes. (Sumber: AHM).

    AHM dan Alumni UIN bagi-bagi sembako untuk nakes. (Sumber: AHM).

    TEMPO.CO, JakartaAstra Honda Motor (AHM) memberikan bantuan sembako kepada tenaga kesehatan (nakes) di sekitar Tangerang Selatan dan Bogor. Langkah ini diambil untuk menemani mereka dalam membanu masyarakat memerangi pandemi Covid-19.

    Honda nyatanya tidak sedirian. Mereka bekerja sama dengan Ikatan Alumni UIN (IKALUIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Tak hanya untuk nakes, bantuan ini juga diberikan kepada orang yang sedang isolasi mandiri dan petugas pemakaman.

    Menurut Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibuddin, bantuan sembako ini sengaja diberikan kepada nakes, sosok yang paling berpotensi terserang virus corona.

    “Saat pandemi meningkat, tugas tenaga kesehatan akan semakin berat. Bersama alumni UIN, kami ingin memberi semangat sekaligus membantu menjaga kesehatan mereka,” katanya dalam rilis yang diterima Tempo, Minggu, 25 Juli 2021.

    “Semoga dengan tenaga kesehatan yang sehat dan semangat, akan membantu meredakan pandemi ini bersama masyarakat,” lanjut Muhibbuddin.

    Pandangan berbeda diberikan oleh Ketua Umum IKALUIN, Ace Hasan Syadzily. Dirinya menjelaskan bahwa hal ini bukan sekedar bantuan, namun sebagai bentuk aptesiasi kepada nakes yang telah berjuang menangani Covid-19.

    “Kami para Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan kepedulian pada tenaga kesehatan. Tanpa mereka, penanganan Covid tidak akan dapat diselesaikan”, ujar Ace.

    Terlepas dari itu, Yayasan AHM sendiri memang konsisten dalam memberikan bantuan selama pandemi. Sebelumnya, Honda juga menyalurkan ribuan APD, 2.312 face shield, 1.500 masker dan mendonasikan 1 juta hand sanitizer.

    Baca: AHM Salurkan Bantuan APD hingga Hewan Kurban di Masa Pandemi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.