Crash di Awal Balapan WorldSSP Assen, Galang Hendra Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia (YRI), Galang Hendra Pratama. Istimewa

    Pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia (YRI), Galang Hendra Pratama. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Rider Indonesia Galang Hendra Pratama mengalami masalah di awal-awal balapan WorldSSP Assen, Belanda, pada Minggu, 25 Juli 2021.

    Wakil tim pabtikan Ten Kate Racing Yamaha tersebut dikabarkan kecelakaan atau crash pada tikungan pertama Sirkuit Assen.

    Tragedi ini pun yang akhirnya membuat pembalap berusia 22 tahun tersebut tidak bisa melanjutkan balapan hingga garis finis.

    “Selama pemanasan saya merasa sangat baik dan saya percaya diri untuk balapan. Saya memiliki awal yang baik dan mendapatkan banyak tempat,” ujarnya, dikutip dari situs resmi Ten Kate Racing.

    “Sayangnya saya jatuh saat keluar dari tikungan pertama. Saya ingin meminta maaf kepada tim, tetapi hal-hal ini bisa terjadi. Saya sudah sangat menantikan balapan berikutnya di Most (Ceko),” lanjut dia.

    Hasil kurang baik ini membuat Galang Hendra harus kembali menempati peringkat ke-17, setelah sebelumnya sempat merasakan posisi di 15 besar.

    Sementara itu, rekan timnya di Ten Kate Racing Yamaha, Dominique Aegerter berhasil menjadi pemenang pada balapan kedua WorldSSP Assen.

    Apabila ia terus tampil konsisten hingga seri balapan Ceko, maka bukan tidak mungkin jika dirinya bakal melanjutkan tren enam kemenangan beruntun do WorldSSP 2021.

    Nantinya para kontestan WorldSSP 2021 bakal dijadwalkan bertarung di lintasan Autodrom Most, Ceko, pada 6-8 Agustus mendatang.

    Baca: Jadwal Race 2 WorldSSP Assen: Mampukah Galang Hendra Tembus 10 Besar?

    TEN KATE RACING


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.