Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Inilah Manfaat Mengisi Tangki BBM Kendaraan Hingga Penuh

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

image-gnews
Petugas SPBU memberikan panduan kepada seorang pengendara untuk pengisian BBM melalui aplikasi MyPertamina di Bandung, Jawa Barat, Jumat 1 Juli 2022. Pertamina Patra Niaga mulai hari ini menerapkan uji coba cara baru pembelian Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi MyPertamina pada kendaraan roda empat di 11 daerah di lima provinsi di Indonesia. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Petugas SPBU memberikan panduan kepada seorang pengendara untuk pengisian BBM melalui aplikasi MyPertamina di Bandung, Jawa Barat, Jumat 1 Juli 2022. Pertamina Patra Niaga mulai hari ini menerapkan uji coba cara baru pembelian Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi MyPertamina pada kendaraan roda empat di 11 daerah di lima provinsi di Indonesia. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Terdapat banyak faktor yang berkaitan dengan awet atau tidaknya suatu kendaraan dari mesin, roda hingga tangki BBM

Faktor-faktor tersebut kebanyakan berkaitan dengan perawatan dan kebiasaan penggunanya ketika menggunakan kendaraan, salah satunya adalah soal pengisian bahan bakar.

Pada umumnya, para pengendara disarankan untuk mengsisi tangki bensin hingga penuh karena akan membuat mesin mobil dan sepeda motor menjadi lebih awet. Namun, selain membuat mesin menjadi awet, mengisi bahan bakar hingga penuh juga memberikan beberapa manfaat lain.

Manfaat Isi Tangki BBM hingga Penuh

Berikut ini adalah beberapa manfaat mengisi tangki bensin hingga penuh, dikutip dari laman My Pertamina.

  1. Mencegah tangki berembun

Mengisi bahan bakar hingga penuh bisa mencegah tangki menjadi berembun. Hal ini karena tangki yang dibiarkan kososng dalam waktu tertentu akan diisi oleh udara. Udara ini seiring waktu akan berubah menjadi embun dan embun akan berubah menjadi air. Air dari embun bisa membahayakan bahan bakar dan mesin.

Air ini perlahan-lahan akan menets di tangki sehingga akan bercampur dengan bahan bakar. Hal ini akan mengakibatkan kualitas bahan bakar berkurang karena bercampur dengan air dan jalannya kendaraan bisa tersendat.

  1. Mencegah timbulnya karat

Air yang ada pada tangki akibat embun juga bisa menimbulkan karat pada tangki. Karat yang tercampur dengan bahan bakar bisa sangat menganggu performa mesin, apalagi ketika menyumbat karburator. Ketika serpihan karat sudah menyumbat, alliran bahan bakar menjadi tidak lanncar sehingga mesin bisa menjadi tersendat.

  1. Mencegah penurunan performa
Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tangki yang dibiarkan kosong dan menimbulkan karat ini lama kelamaan akan mengganggu perdorma mesi. Hal ini karena karat tersebut lama kelamaan akan mengelupas dan bercampur dengan bensin ketika diisin penuh. Pada kendaraan yang tangkinya berkarat bisa saja mesin menjadi berisik dan mobil tersendat-sendat.

Isi Penuh Bahan Bakar Ada Aturannya

Mengisi bahan bakar secara penuh memang disarankan. Namun, sebelum mengsisi bahan bakar, Anda harus memerhatikan anjuran banyaknya bahan bakar yang bisa ditampung oleh kendaraan Anda. Melansir laman Suzuki, ketika mengsisi bahan bakar usahakan jangan sampai kekurangan dan jangan sampai kelebihan.

Melansir laman MyPertamina, ketika mengisi bahan bakar terlalu banyak bisa sangat berbahaya, apalagi bahan bakar tersebut sampai bersentuhan dengan api dari berbagai sumber, misalnya kanlpot. Oleh karena itu, ketika akan mengsisi bahan bakar, perhatikan terlebih dahulu kapasitas tangki pada kendaraan Anda.

EIBEN HEIZIER
Baca juga : Pipa Air Bocor di Jalan Kapten Tendean, Palyja: Pasokan Air Kembali Normal

 Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Dirut Pertamina Patra Niaga Turun Langsung Cek Kondisi Pipa Tuban

4 hari lalu

Dirut Pertamina Patra Niaga Turun Langsung Cek Kondisi Pipa Tuban

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, turun langsung ke Terminal BBM Tuban pasca insiden kebocoran BBM jenis Pertamax yang terjadi di dalam area terminal


Pipa Bocor di Tuban, Pertamina Patra Niaga Langsung Evakuasi Warga

4 hari lalu

Pipa Bocor di Tuban, Pertamina Patra Niaga Langsung Evakuasi Warga

Warga yang terdampak mendapatkan pelayanan medis. Kebutuhan konsumsi juga dijamin oleh Pertamina Patra Niaga


Jokowi Sebut Hanya Kendaraan Listrik yang Boleh Digunakan di IKN

9 hari lalu

Presiden Joko Widodo saat menghadiri Peluncuran Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik di SPBU MT Haryono, Jakarta, Selasa, 22 Februari 2022. Jokowi berharap melalui pembangunan ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir tersebut, Indonesia dapat menjadi produsen kendaraan listrik. Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi Sebut Hanya Kendaraan Listrik yang Boleh Digunakan di IKN

Jokowi optimistis indeks kualitas udara di ibu kota baru bisa mencapai angka 0.


Pascakebakaran, BPH Migas Tinjau Kilang Balikpapan untuk Memastikan Pasokan BBM Aman

12 hari lalu

Petugas melakukan pengecekan jaringan pipa minyak di kilang unit pengolahan (Refinery Unit) V, Balikpapan, Kalimantan Timur, 14 April 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko
Pascakebakaran, BPH Migas Tinjau Kilang Balikpapan untuk Memastikan Pasokan BBM Aman

BPH Migas memastikan pasokan BBM tetap terjaga dengan baik, saat meninjau Kilang Pertamina International (KPI) Refinery Unit (RU) V Balikpapan.


Penggunaan Pertalite Terus Naik Sejak Pandemi Berlalu, BPH Migas Minta Tambahan Kuota untuk 2025

15 hari lalu

Pengendara kendaraan motor saat membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sebuah SPBU di Jakarta, Selasa 23 Januari 2024. PT Pertamina (Persero) belum menghapus BBM jenis Pertalite saat ini. Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan pihaknya saat ini masih mengkaji rencana itu. Rencana penghapusan Pertalite sebelumnya disampaikan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Ia mengatakan pihaknya mengusulkan agar mulai tahun ini tak menjual BBM yang kadar oktannya (RON) di bawah 91, sehingga menghapus Pertalite yang spesifikasinya saat ini RON 90. Keputusan ini sekaligus menegaskan Pertamina bergerak mengikuti aturan standar emisi Euro 4 dari pemerintah. Nicke mengatakan setelah Pertalite dihapus, perusahaan pelat merah ini akan menggantinya menggunakan produk baru RON 92.Produk itu adalah Pertamax Green 92 yang merupakan campuran antara RON 90 (Pertalite) dengan 7 persen Bioetanol (E7). TEMPO/Subekti.
Penggunaan Pertalite Terus Naik Sejak Pandemi Berlalu, BPH Migas Minta Tambahan Kuota untuk 2025

BPH Migas mengajukan kuota distribusi jenis Pertalite sebesar 31,33 juta kilo liter-33,23 juta kilo liter, naik dari kuota tahun ini


Terkini: Tol PIK 2 Hubungkan Kawasan Segi Tiga Emas Tangerang, Gaji UMR Jakarta Rp 5 Juta Bisa Beli Rumah dari Tapera?

15 hari lalu

PIK 2. pik2.com
Terkini: Tol PIK 2 Hubungkan Kawasan Segi Tiga Emas Tangerang, Gaji UMR Jakarta Rp 5 Juta Bisa Beli Rumah dari Tapera?

Pembangunan jalan Tol PIK 2 menghubungkan Kamal-Teluknaga-Rajeg-Balaraja (Kataraja) sepanjang 38,6 kilometer.


Pemerintah Kembangkan BBM yang Diklaim Ramah Lingkungan, Luhut Bidik Keuntungan Rp12 T

15 hari lalu

PT Pertamina (Persero) telah resmi memasarkan Pertamax Green 95 sejak Senin, 24 Juli 2023. Produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru itu merupakan hasil pencampuran Pertamax dengan Bioetanol sebesar 5 persen (E5). Perpaduan ini menghasilkan produk baru yang diklaim memiliki Research Octane Number (RON) sebesar 95. TEMPO/Tony Hartawan
Pemerintah Kembangkan BBM yang Diklaim Ramah Lingkungan, Luhut Bidik Keuntungan Rp12 T

Pemerintah mengembangkan BBM yang diklaim lebih ramah lingkungan, yaitu bahan bakar aviasi ramah lingkungan atau SAF dan Pertamax Green 95


Rencana Kenaikan BBM, Pengamat: Pemerintah Butuh Dana Program Makan Siang Gratis Prabowo

16 hari lalu

Ilustrasi pengendara kendaraan motor saat membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sebuah SPBU. TEMPO/Subekti.
Rencana Kenaikan BBM, Pengamat: Pemerintah Butuh Dana Program Makan Siang Gratis Prabowo

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi menduga kenaikan harga BBM terkait dengan kebutuhan dana program makan siang gratis.


Ekonom Kritik Rencana Kenaikan BBM, PPN, hingga Iuran Tapera: Kemiskinan akan Bertambah

16 hari lalu

Suasana SPBU di pinggir Jalan Tol S. Parman, Jakarta Barat.  Tempo/Aisyah Amira Wakang.
Ekonom Kritik Rencana Kenaikan BBM, PPN, hingga Iuran Tapera: Kemiskinan akan Bertambah

Ekonom Celios mengkritik langkah fiskal pemerintahan Jokowi yang akan menaikkan BBM, PPN, hingga penarikan iuran Tapera. Kemiskinan akan meningkat.


Pertamina Minta Pemerintah Kaji Kembali Subsidi Solar

17 hari lalu

Nelayan menyiapkan solar untuk persiapan melaut di dermaga PPI Lempasing, Bandar Lampung, Lampung, Sabtu 19 Maret 2022. Nelayan setempat mengaku sejak dua minggu terakhir sulit  mendapat BBM solar bersubsidi dengan harga Rp5.150 akibat pembatasan pasokan dari PT Pertamina, sebagian nelayan saat ini mulai beralih mengunakan BBM Dexlite dengan harga lebih tinggi Rp13.250 per liter agar tetap bisa melaut. ANTARA FOTO/Ardiansyah
Pertamina Minta Pemerintah Kaji Kembali Subsidi Solar

Pertamina meminta pemerintah meninjau kembali alokasi subsidi solar.