Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Selain Produksi Mobil Listrik, Ini yang Harus Dilakukan untuk Sambut NZE

Reporter

image-gnews
Toyota, pemerintah dan universitas gelar acara Strategi Transisi Pengembangan Elektrifikasi di Indonesia & Manajemen Unit in Operation di Indonesia. (Foto: TAM)
Toyota, pemerintah dan universitas gelar acara Strategi Transisi Pengembangan Elektrifikasi di Indonesia & Manajemen Unit in Operation di Indonesia. (Foto: TAM)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pihak saat ini telah berusaha untuk mempercepat era elektrifikasi di Indonesia demi menyambut net zero Emission (NZE). Dalam hal ini beberapa pihak turut menjalin kerja sama, yakni pemerintah, pelaku industri otomotif dan universitas.

Pemerintah telah memberikan berbagai kebijakan agar masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik. Bahkan setiap konsumen yang melakukan pembelian motor listrik dan mobil listrik bakal mendapatkan insentif.

Sedangkan pelaku industri otomotif saat ini mulai gencar mempersiapkan produk kendaraan elektrifikasinya. Akan tetapi, dalam menyambut net zero emission, tidak melulu soal produksi kendaraan listrik.

Hal itu dibenarkan langsung oleh Staf Khusus Menko Perekonomian Bidang Pengembangan Industri dan Kawasan I Gusti Putu Suryawirawan. Dirinya menjelaskan bahwa industri harus memperhitungkan berapa emisi yang dikeluarkan dalam setiap pembuatan kendaraan listrik.

“Kita sekarang semua dituntut menuju kendaraan zero emmission. Tapi kita harus memikirkan, saat membuat kendaraan listrik berapa emisi yang dikeluarkan. Saya belum lihat kajian tentang seberapa besar emisi yang dikeluarkan dari proses pembuatan kendaraan listrik,” ujar dia dalam acara virtual.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sementara itu Rektor Universitas Teknologi Bandung (ITB) Reini Wirahadikusumah turut angkat bicara mengenai emisi karbon. Dirinya menilai bahwa NZE tidak bisa dicapai tanpa adanya kerja sama pihak terkait.

“Untuk mencapai tujuan Net Zero, tidak mudah. Kita harus merencanakan strateginya. Dan itu tentu saja membutuhkan kerja sama semua pihak. Beberapa upaya yang dilakukan ITB untuk elektrifikasi adalah mengembangkan kendaraan listrik dan juga pengembangan tenaga surya, hingga bioavtur.

Baca juga: Cetak Gol ke Gawang Prancis, Wahbi Khazri Sempat Juara Balap Gokart

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


2 Tahun Perang di Ukraina , Rusia Bertanggung Jawab untuk Emisi Karbon 175 Ton

5 hari lalu

Asap mengepul di atas kota setelah serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di Kyiv, Ukraina, Senin, 10 Oktober 2022. Rusia membom kota-kota di seluruh Ukraina pada Senin pagi, menewaskan warga sipil dan menghancurkan infrastruktur dalam serangan balas dendam yang jelas setelah ledakan di jembatan Krimea. REUTERS/Oleksandr Klymenko
2 Tahun Perang di Ukraina , Rusia Bertanggung Jawab untuk Emisi Karbon 175 Ton

Dua tahun pertama perang Rusia di Ukraina ditaksir telah dan akan menyebabkan emisi gas rumah kaca sebesar ekuivalen 175 ton karbon dioksida.


PM Cina Tiba di Australia, Kunjungi Panda di Kebun Binatang dan Makan Siang di Kilang Anggur

8 hari lalu

Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang (kanan) menyambut Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong (kiri) di Bandara Adelaide pada 15 Juni 2024 di Adelaide, Australia. Asanka Ratnayake/Kolam renang melalui REUTERS
PM Cina Tiba di Australia, Kunjungi Panda di Kebun Binatang dan Makan Siang di Kilang Anggur

Perdana Menteri Cina Li Qiang tiba di Adelaide, Australia, pada Sabtu malam untuk melakukan kunjungan resmi ke negara tersebut.


Kementerian Energi Proyeksikan Penurunan Emisi Karbon 130 Juta Ton Melalui Efisiensi Energi

9 hari lalu

(Dari kiri) Koordinator Program Studi Sustainable Energy and Environment (SEE) Swiss German University (SGU), Evita H. Legowo, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiyani Dewi, Sekretaris Direktoral Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Noer Adi Wardojo dan Dekan Fakultas Science and Tecnology SGU Samuel P Kusumocahyo saat menghadiri talkshow SGU Sustainable Talk di SGU, Kota Tangerang, Jumat, 14 Juni 2024. Tempo | Maulani Mulianingsih
Kementerian Energi Proyeksikan Penurunan Emisi Karbon 130 Juta Ton Melalui Efisiensi Energi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan penurunan emisi karbon 130 juta ton melalui efisiensi energi.


Campuran Limbah Plastik Diaplikasikan untuk Pengaspalan Jalan di Kota Deltamas Cikarang

20 hari lalu

Ilustrasi pembuatan jalan aspal.[pxfuel.com]
Campuran Limbah Plastik Diaplikasikan untuk Pengaspalan Jalan di Kota Deltamas Cikarang

Rencananya campuran limbah plastik untuk pengaspalan jalan diaplikasikan sepanjang 12,2 kilometer di Kota Deltamas Cikarang.


Pupuk Kujang Klaim Produksi 50 Ribu Ton CO2 Cair per Tahun

27 hari lalu

Seorang pekerja mengangkut pupuk urea bersubsidi dari Gudang Lini III Pupuk Kujang di Pasir Hayam, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (ISTIMEWA)
Pupuk Kujang Klaim Produksi 50 Ribu Ton CO2 Cair per Tahun

Pupuk Kujang mengklaim menjadi penghasil karbon dioksida atau CO2 cair terbesar di Indonesia


Terkini: Garuda Minta Harga Tiket Pesawat Naik, Alasan Tesla Belum Mau Investasi di Indonesia

31 hari lalu

Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800 NG dengan tema Pikachu Pokemon. garuda-indonesia.com
Terkini: Garuda Minta Harga Tiket Pesawat Naik, Alasan Tesla Belum Mau Investasi di Indonesia

Berita terkini: Garuda Indonesia minta harga tiket pesawat dinaikkan. Alasan Tesla belum bersedia investasi di Indonesia.


Xiaomi Respons Rumor Mobil Listrik SU7 Bakal Segera Masuk Indonesia Tahun Ini

37 hari lalu

CEO Xiaomi Group Lei Jun mengabarkan sudah produksi 10.000 unit Xiaomi SU7, Senin, 29 April 2024. (Foto: Dok. Lei Jun)
Xiaomi Respons Rumor Mobil Listrik SU7 Bakal Segera Masuk Indonesia Tahun Ini

Xiaomi tak menutup mata bahwa tren smart electric car saat ini booming.


Shin Tae-yong Dapat Hadiah Mobil Hyundai Genesis eG80, Ini Spesifikasinya

39 hari lalu

Serah terima  Genesis Electrified G80 kepada Shin Tae-yong. (Foto: Hyundai)
Shin Tae-yong Dapat Hadiah Mobil Hyundai Genesis eG80, Ini Spesifikasinya

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong dihadiahi mobil listrik dari Hyundai. Berikut spesifikasi Hyundai Genesis eG80.


Kalah dari Cina, Biden Naikkan Tarif Impor Termasuk Mobil Listrik

40 hari lalu

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato di State Fairgrounds di Columbia, Carolina Selatan, AS, 27 Januari 2024. REUTERS/Tom Brenner/File Foto
Kalah dari Cina, Biden Naikkan Tarif Impor Termasuk Mobil Listrik

Biden memutuskan menaikkan tarif impor produk Cina termasuk mobil listrik dan baterainya.


Hutan Mangrove Lebih Efektif Menyerap Emisi Karbon, Ini Penjelasannya

42 hari lalu

Warga berwisata ke Tower Mangrove di tengah hutan mangrove Kuala Langsa di Kota Langsa, Aceh, Minggu, 25 Februari 2024. Tower setinggi 45 meter itu menjadi landmark wisata baru Kota Langsa dengan daya tarik ekowisata, konservasi dan penelitian di hutang mangrove seluas 8.000 hektare tersebut. ANTARA/Khalis Surry
Hutan Mangrove Lebih Efektif Menyerap Emisi Karbon, Ini Penjelasannya

Hutan mangrove memiliki segudang manfaat terutama efektif menyerap emisi karbon. Begini penjelasannya .