Atasi Kemacetan, Lampu Merah di Jakarta Bakal Pakai AI Buatan Google

Sejumlah kendaraan melintasi lampu lalu lintas (traffic light) Cibubur CBD, di Jalan Raya Alternatif Cibubur, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 20 Juli 2022. Pasca kecelakaan maut yang melibatkan truk Pertamina dan sejumlah kendaraan bermotor pada 18 Juli lalu, lampu lalu lintas di depan kawasan Perumahan Citra Grand Cibubur CBD tersebut kini dinonaktifkan. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di lampu merah. AI ini berfungsi mengatur volume lalu lintas untuk menekan kepadatan kendaraan atau kemacetan.

Menurut Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Emanuel Kristanto, untuk penggunaan AI, Dishub DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Google. 

"Secara garis besar Google akan menggunakan teknologi AI mereka untuk menganalisis volume lalu lintas di persimpangan," kata Emanuel, dikutip Tempo.co dari situs berita Antara hari ini, Jumat, 9 Desember 2022.

Emanuel menjelaskan bahwa kecerdasan buatan yang digunakan ini akan memberikan rekomendasi lamanya waktu lampu merah. Rekomendasi ini akan menyesuaikan kepadatan kendaraan untuk menghindari kemacetan di persimpangan jalan, khususnya saat jam sibuk.

"Data (dari AI) akan dikirimkan ke Dinas Perhubungan dan kami aplikasikan di lapangan," ujar dia menjelaskan.

Saat ini Dishub DKI Jakarta sendiri belum bisa mengungkapkan detail teknis untuk penggunaan AI di lampu lalu lintas. Menurut Emanuel, masalah teknis tersebut merupakan kewenangan dari Google.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman sebelumnya mengungkapkan bahwa tingkat kemacetan di Ibu Kota mencapai angka sekitar 48 persen. Menurut Latif, angka kemacetan tersebut sudah berada di level tidak nyaman.

Sementara itu, berdasarkan data lembaga pemeringkat kemacetan kota dunia,  Tomtom International BV, angka kemacetan di Jakarta mencapai 34 persen pada tahun 2021. Angka tersebut menurun bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai 36 persen.

DICKY KURNIAWAN | ANTARA

Baca juga: Cetak Gol di Piala FA, Elkan Baggott Sempat Pakai Brand Audio Mobil Mewah

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto






Di Hadapan Pengemudi Ojol, Kadishub DKI Janji Tarik Draf Raperda ERP untuk Dikaji Ulang

5 jam lalu

Di Hadapan Pengemudi Ojol, Kadishub DKI Janji Tarik Draf Raperda ERP untuk Dikaji Ulang

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya akan menarik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PL2SE) yang di dalamnya berisi rencana pemeberlakukan jalan berbayar atau ERP di Jakarta. Diketahui, saat ini Raperda tersebut masih dalam tahap pembahasan di DPRD DKI Jakarta.


Uji Coba Penutupan 27 Putar Balik di Jakarta Juni 2023, Simak Daftar Lokasinya

6 jam lalu

Uji Coba Penutupan 27 Putar Balik di Jakarta Juni 2023, Simak Daftar Lokasinya

Dishub DKI mulai melakukan penutupan 27 putar balik pada Juni 2023. Akan melalui masa uji coba selama tiga bulan. Simak lokasinya.


Heru Budi Minta Masukan Masyarakat Soal ERP Disampaikan ke Posko Pengaduan di Balai Kota

12 jam lalu

Heru Budi Minta Masukan Masyarakat Soal ERP Disampaikan ke Posko Pengaduan di Balai Kota

Kajian penerapan ERP bertujuan untuk mengurai titik-titik kemacetan di Jakarta agar pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi publik.


Sistem Bayar Tol Nirsentuh MLFF Kurangi Kemacetan, Begini Kata Pengamat

18 jam lalu

Sistem Bayar Tol Nirsentuh MLFF Kurangi Kemacetan, Begini Kata Pengamat

Yayat Supriatna mengatakan penerapan sistem transaksi tol nirsentuh atau MLFF bisa mengurangi kemacetan hingga 30 persen.


Pengamat Transportasi Sebut Penerapan MLFF akan Mengurangi 30 Persen Kemacetan

1 hari lalu

Pengamat Transportasi Sebut Penerapan MLFF akan Mengurangi 30 Persen Kemacetan

Pengamat transportasi sebut penerapan teknologi transaksi nirsentuh tanpa kartu di jalan tol atau MLFF akan mengurangi kemacetan 30 persen kemacetan.


Google Luncurkan Chatbot Bard Tandingan ChatGPT, Apa Kehebatannya?

1 hari lalu

Google Luncurkan Chatbot Bard Tandingan ChatGPT, Apa Kehebatannya?

Google akhirnya meluncurkan uji terbuka Bard, chatbot tandingan ChatGPT berbasis AI. Apa kelebihannya?


14 Persen atau 110 Ribu Anak Jakarta Berisiko Stunting, BKKBN: Sesuai Arahan Jokowi

1 hari lalu

14 Persen atau 110 Ribu Anak Jakarta Berisiko Stunting, BKKBN: Sesuai Arahan Jokowi

BKKBN memaparkan jumlah potensi kasus stunting di Jakarta menyentuh 14 persen. Angka ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.


Pengamat: Daerah Lain Tak Perlu Belajar Sistem Transportasi ke Luar Negeri, Cukup dengan Transjakarta

1 hari lalu

Pengamat: Daerah Lain Tak Perlu Belajar Sistem Transportasi ke Luar Negeri, Cukup dengan Transjakarta

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai Transjakarta telah sejajar dengan pelayanan transportasi umum di berbagai kota-kota di dunia.


Mengenal Kembali Gagal Ginjal Akut yang Menyerang Anak-anak

1 hari lalu

Mengenal Kembali Gagal Ginjal Akut yang Menyerang Anak-anak

Kasus gagal ginjal akut kembali terjadi. Sebenarnya apa itu? Bagaimana gejalanya?


2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Emak-emak Depok Resah dan Anggap BPOM Kecolongan

1 hari lalu

2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Emak-emak Depok Resah dan Anggap BPOM Kecolongan

Kasus gagal ginjal akut kembali muncul di Jakarta. Hal tersebut membuat emak-emak di Depok khawatir. Bahkan semprot kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).