Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sebut Sukses Produksi Mobil, Hyundai Ingin Kuasai Pasar Baja, Konstruksi, dan Jasa

Editor

Sunu Dyantoro

image-gnews
Dua tabung besar tempat hidrogen pada rancang bangun mobil Hyundai Nexo yang dipamerkan di markas besar Hyundai Motors di Gangnam, Seoul, Korea Selatan, 12 Juli 2023. TEMPO/Sunu Dyantoro
Dua tabung besar tempat hidrogen pada rancang bangun mobil Hyundai Nexo yang dipamerkan di markas besar Hyundai Motors di Gangnam, Seoul, Korea Selatan, 12 Juli 2023. TEMPO/Sunu Dyantoro
Iklan

TEMPO.CO, Seoul -  Public Relations Global Hyundai Motor Group, Kim Seohyun menyatakan perusahaan motor Korea ini telah menjadi keluarga besar yang beranggotakan 59 unit perusahaan dalam 50 tahun terakhir. Ia menyatakan perusahaan-perusahaan itu berusaha keras menjadi pemimpin global di bidang masing-masing, termasuk perusahaan otomotif. Belakangan, Hyundai telah merambah industri baja, konstruksi, dan jasa.

Menurut Kim, Hyundai Motor Group telah membentuk struktur bisnis sirkulasi sumber daya yang mengejar tinggi nilai efisiensi dan ramah lingkungan.

“Dari bisnis baja hingga suku cadang kendaraan dan kendaraan jadi, Hyundai menunjukkan secara virtual siklus sumber daya, yang juga dapat mengubah mobil menjadi bahan mentah,” kata Kim saat menerima komunitas jurnalis asal Indonesia di Kantor Pusat Global Hyundai Group di Seoul, Rabu, 12 Juli 2023.

Berdiri sejak tahun 1967, Hyundai adalah perusahaan otomotif global yang memiliki lebih dari 120 ribu karyawan dan pabrik di sembilan negara berbeda. “Dia menjual kendaraan di sekitar 200 negara dan memiliki lebih dari 6.200 diler di seluruh dunia,” kata dia.

Pada tahun 2022, kata Kim, Hyundai menjual sekitar 3,95 juta kendaraan di pasar global, dan pendapatannya mencapai tingkat tertinggi sejak awal.  Dasarnya, lanjut dia, adalah fasilitas produksi yang tersebar di seluruh dunia. 

Kim mengatakan, Hyundai memiliki kapasitas produksi tahunan sebanyak 5 juta kendaraan. Saat ini Hyundai memiliki pabrik produksi kendaraan di sembilan negara di antaranya India, Amerika Serikat, Eropa, Brazil, dan Indonesia. 

Sebagai bagian dari rantai inovasi mobilitas dan teknologi produksi, perusahaan ini membangun Pusat Inovasi Hyundai Motor Group di Singapura, yang diperkirakan akan selesai pada paruh kedua tahun ini. 

Baca juga: Kunjungi Pabrik Hyundai di Cikarang, Zulkifli Hasan Minta Mobil Listrik Buatan Lokal Diekspor

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pabrik Hyundai Motor Group di Amerika

Selain itu, korporasi ini sedang membangun pabrik produksi kendaraan listrik  khusus di America yang ada di Georgia. Ini untuk memperkuat kepemimpinan kendaraan listrik di pasar Amerika Utara.

Selain fasilitas manufaktur ini, Hyundai mengoperasikan jaringan riset dan pengembangan global yang luas di Pusat Penelitian Namyang di Korea Selatan. 

Perusahaan ini memiliki lebih dari 13 ribu insinyur dan desainer yang bekerja di lebih dari 10 pusat riset dan pengembangan di seluruh dunia. “Pada tahun 2023, Hyundai memasang target menjual 4,3 juta kendaraan di pasar dunia,” kata dia.

Kim juga menyatakan, pasar ASEAN memiliki potensi yang tinggi untuk Hyundai, yang telah mengalami pertumbuhan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir meski ada persaingan ketat. Pada tahun 2023, Hyundai menargetkan tumbuh sekitar 47% dari tahun ke tahun di pasar ASEAN.

Pilihan Editor:  Daftar Mobil Hidrogen Hyundai, Ada Nexo hingga Prototipe N Vision 74

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Malaysia Sepakat Atasi Sengketa Laut Cina Selatan lewat Dialog

19 menit lalu

Perdana Menteri Cina Li Qiang berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat pertemuan mereka di Putrajaya, Malaysia, 19 Juni 2024. Syazrul Azis/Department of Information Malaysia/Handout via REUTERS
Malaysia Sepakat Atasi Sengketa Laut Cina Selatan lewat Dialog

Malaysia sepakat untuk mengatasi masalah Laut Cina Selatan bersama-sama dengan negara-negara ASEAN lain melalui jalur dialog.


Komisioner HAM PBB: Rohingya Tak Punya Tempat untuk Melarikan Diri

2 hari lalu

Pengungsi Rohingya berdoa saat menggelar peringatan 2 tahun kepindahan mereka ke Bangladesh, di kamp pengungsian Kutupalong, Cox's Bazar, Bangladesh, Ahad, 25 Agustus 2019. Meski pemerintah Myanmar ingin memulangkan mereka, namun 3.000 pengungsi Rohingya Etni menolak pemulangan karena kondisi negara bagian Rakhine yang masih bergejolak. REUTERS/Rafiqur Rahman
Komisioner HAM PBB: Rohingya Tak Punya Tempat untuk Melarikan Diri

Komisioner tinggi HAM PBB menyatakan keprihatinan terhadap situasi yang dihadapi etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar.


3 Faktor Demam Berdarah Jadi Penyakit Endemik di Wilayah ASEAN

3 hari lalu

Dunia tanpa Nyamuk (Keseharian):Dua pria tua bersongkok putih menutup hidung pada saat dilakukan pengasapan untuk mencegah berkembangnya nyamuk demam berdarah di daerah Duren Sawit, Jakarta, 10 Mei 2008. Serangan wabah penyakit mematikan itu sering muncul di Indonesia saat peralihan musim. Fotografer ingin memperlihatkan salah satu suasana khas Indonesia: pengasapan yang rutin. Ketidakacuhan tecermin dalam sikap kedua orang tua itu.(Juara 1: ACHMAD IBRAHIM/AP)
3 Faktor Demam Berdarah Jadi Penyakit Endemik di Wilayah ASEAN

WHO dan ASEAN konsolidasi untuk menangani penyakit demam berdarah yang selalu marak di Asia Tenggara.


Hari Demam Berdarah ASEAN, Bagaimana Awalnya?

4 hari lalu

Ilustrasi nyamuk demam berdarah (pixabay.com)
Hari Demam Berdarah ASEAN, Bagaimana Awalnya?

ASEAN Dengue Day diperingati setiap 15 Juni, upaya untuk mengurangi kasus demam berdarah utamanya di wilayah Asia Tenggara.


Menhub Budi Karya: Tamu VIP untuk HUT RI di IKN Pakai Kendaraan Listrik

4 hari lalu

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kelaikan jalan bus pariwisata di kawasan wisata Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu, 9 Juni 2024. ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
Menhub Budi Karya: Tamu VIP untuk HUT RI di IKN Pakai Kendaraan Listrik

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan tamu-tamu VIP untuk HUT Kemerdekaan RI di IKN harus menggunakan kendaraan listrik.


Indonesia Berada di Urutan Pertama, Inilah Daftar Negara di ASEAN dengan Jumlah Hari Libur Nasional Terbanyak

4 hari lalu

Ilustrasi kalender kerja. shutterstock.com
Indonesia Berada di Urutan Pertama, Inilah Daftar Negara di ASEAN dengan Jumlah Hari Libur Nasional Terbanyak

Berikut daftar negara-negara ASEAN dengan jumlah hari libur nasional terbanyak untuk tahun 2024.


Airlangga Sebut Ada Pergeseran Perdagangan di ASEAN

6 hari lalu

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Nikkei Forum 29th Future of Asia, Tokyo, Jumat (24/5/2024). ANTARA/Juwita Trisna Rahayu
Airlangga Sebut Ada Pergeseran Perdagangan di ASEAN

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ada pergeseran perdagangan di ASEAN.


Profil eaJ Park yang akan Konser di Jakarta pada September 2024

6 hari lalu

eaJ Park. FOTO/instagram/eajpark
Profil eaJ Park yang akan Konser di Jakarta pada September 2024

Penyanyi Korea Selatan, eaJ Park sedang mengadakan tur di tujuh negara dengan delapan jadwal konser


Truk Trailer Timpa Mobil di Penjaringan, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Tewas

7 hari lalu

Ilustrasi Kecelakaan Truk. antaranews.com
Truk Trailer Timpa Mobil di Penjaringan, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Tewas

Sopir truk trailer mobil selamat dan hanya mengalami luka-luka.


Kepala BRIN Ungkap Tantangan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

8 hari lalu

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. (Foto: IEMS)
Kepala BRIN Ungkap Tantangan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Kepala BRIN menilai ekosistem kendaraan listrik di dunia, termasuk Indonesia, masih belum matang karena keterbatasan teknologi.