Kata Vinales Soal Penyebab Kegagalan Yamaha di MotoGP Aragon

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maverick Vinales dalam MotoGP Cek 2017, Senin 6 Agustus. (yamahamotogp.com)

    Maverick Vinales dalam MotoGP Cek 2017, Senin 6 Agustus. (yamahamotogp.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kekecewaan itu jelas di wajah Maverick Vinales setelah gagal menaiki podium di MotoGP Aragon. Pembalap asal Spanyol itu berawal dari pole position dan memiliki ambisi menang, terlebih lagi setelah penampilannya yang bagus saat kualifikasi. Vinales menempati posisi keempat.

    "Saya jelas kecewa dengan hasil ini. Pagi ini saya terbangun dengan tujuan menang tapi saat balapan muncul banyak masalah. Ini membuat frustrasi karena Anda memberi 200 persen, tapi hasilnya tidak sesuai harapan," ujar Vinales.

    Vinales kemudian berbicara tentang pilihan ban. Saat balapan, Vinales menggunakan kombinasi ban medium dan hard. "Sejujurnya, saya tidak tahu apakah hasilnya akan berbeda dengan ban lunak. Sayangnya, kami melewatkan sesi Jumat untuk melihat seberapa kompetitifnya kami. Saya pikir kombinasi itu adalah pilihan tepat. "

    Ia mengungkapkan masalah traksi yang masih diderita selama balapan. "Seperti yang telah saya katakan dalam beberapa kesempatan, kami menderita masalah traksi. Dengan kesulitan ini, pertarungan untuk gelar menjadi semakin sulit. Untungnya, kami tidak memiliki masalah yang dengan roda depan, tapi kami perlu memperbaikinya. "

    Beberapa lap menjelang finis, Vinales sempat berduel dengan Valentino Rossi. "Saya harus mengatakan ini adalah pertempuran besar yang saya sukai. Saya mencoba menyalipnya di ruang pengereman, tapi dalam kasus ini saya tidak memiliki pegangan. Mungkin beberapa manuver sudah di ambang batas, tapi aku senang," ujar Vinales.

    Vinales pun kaget dengan performa Rossi. "Di awal lap, Vale memiliki lebih banyak peluang. Awalnya, saya bahkan yakin bisa menang tapi kemudian dia mengalami masalah yang sama dengan saya."

    GPONE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara