Baterai Mobil Listrik Toyota: Lebih Kecil, Kapasitas Makin Besar

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produsen mobil Toyota, meluncurkan mobil terbarunya, Toyoya Mirai di Hollywood Barat, California, 20 Oktober 2015. Toyota Mirai merupakan mobil sedan berbahan bakar Hidrogen. (Jordan Strauss/Invision untuk Toyota/AP. Images)

    Produsen mobil Toyota, meluncurkan mobil terbarunya, Toyoya Mirai di Hollywood Barat, California, 20 Oktober 2015. Toyota Mirai merupakan mobil sedan berbahan bakar Hidrogen. (Jordan Strauss/Invision untuk Toyota/AP. Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Executive Vice President Toyota Motor Corporation yakin Toyota mampu mengembangkan baterai solid-state untuk mobil listrik Toyota di masa mendatang. Baterai itu akan memiliki bentuk yang lebih kecil, kompak, namun memiliki daya tahan yang lebih lama.

    “Kami sedang menuju ke arah di mana baterai mobil listrik menjadi lebih kecil, kompak, tapi bisa bertahan lebih lama dari yang ada sekarang,” kata Leroy dalam sebuah sesi tanya jawab dengan wartawan dari berbagai negara di Tokyo Motor Show di Tokyo Big Sight, Tokyo, 25 Oktober 2017.

    Kapasitas baterai yang lebih besar atau kepadatan energi yang lebih tinggi dinilai berpotensi penting mengurangi biaya produksi sistem propulsi baterai EV.

    Kapasitas baterai yang tinggi berarti teknologi ini membutuhkan lebih sedikit lithium, kobalt, mangan, nikel atau aluminium, yang memungkinkan mobil mengurangi ukuran keseluruhan dari sistem propulsi EV.

    Baca: Mitshubishi Sumbang 10 Prototipe Mobil Listrik untuk Penelitian

    Keberhasilan mengkomersilkan teknologi baterai solid-state bisa menjadi kunci untuk membuat mobil baterai listrik terjangkau seperti mobil bensin hari ini. Para ahli mengatakan biaya memproduksi satu kilowatt jam listrik perlu diturunkan dari US$200/kWh hari ini menjadi sekitar US$100.

    Pembuat mobil global berlomba menurunkan biaya produksi baterai untuk mendapatkan margin tipis pada mobil baterai saat ini. "Kami melihat titik kritis sekitar 2025," kata Wakil Presiden Eksekutif Nissan Motor Co Daniele Schillaci.

    "Pada saat itu, bagi pelanggan, biaya praktis untuk membeli bensin atau EV sama. Jika Anda memiliki harga yang sama untuk EV dan bensin, mengapa Anda membeli teknologi tradisional?"

    Semua teknologi baterai solid-state juga harus lebih aman - seperti baterai lithium-ion konvensional dengan cairan atau elektrolit seperti gel telah diketahui bocor atau dapat menyala saat terjadi hubungan arus pendek dan terlalu panas. Risiko ini berkurang dalam baterai solid-state, kata Chairman Toyota Takeshi Uchiyamada dalam sebuah wawancara menjelang Tokyo Motor Show.

    Dan, tidak seperti baterai lithium-ion hari ini, sel baterai solid-state tidak perlu dilapisi erat dan dihubungkan dengan konektor listrik, sehingga desainer mobil lebih fleksibel untuk menciptakan lebih banyak ruang bagi penumpang atau tempat penyimpanan.

    “Saya akan mengatakan itu cukup revolusioner, dan saya yakin orang lain melihat teknologi baterai lithium-ion solid-state untuk melepaskan diri dari paket, dan menghasilkan teknologi penyimpanan energi yang lebih aman dan lebih kuat pada mobil listrik," kata Uchiyamada.

    BINSIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.