Keunggulan Honda PCX Elektrik Saat Bersaing dengan Yamaha E Vino

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda meluncurkan PCX Hybrid di Tokyo Motor Show 2017, Jepang, Rabu 25 Oktober 2017. TEMPO/WAWAN PRIYANTO

    Honda meluncurkan PCX Hybrid di Tokyo Motor Show 2017, Jepang, Rabu 25 Oktober 2017. TEMPO/WAWAN PRIYANTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Yamaha baru saja memperkenalkan motor listriknya E Vino di Indonesia pada Rabu 1 November 2017. Pabrikan yang berpusat di Iwata ini lebih dulu menguji coba produknya dibandingkan Honda di Indonesia. Di Tokyo Motor Show, Honda memamerkan produk motor listrik PCX Elektrik yang menjadi andalan saat pasar motor listrik digemari.

    Divisi Service Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Rangga Dimas Janitra mengatakan Yamaha E Vino dibekali baterai yang bila terisi penuh sanggup digunakan untuk melaju hingga sejauh 35 kilometer. Isi ulang baterai ini memakan waktu 3 jam. Baterai itu dibawah jok yang berbentuk kotak. "Baterai yang digunakan merupakan baterai buatan Yamaha sendiri," kata Rangga di Elite Club Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Baca: Inilah Kekurangan Honda PCX Electric Dibandingkan Gesits

    Soal baterai, PCX Elektrik memiliki dua baterai di bawah jok. Baterai itu disebut Honda Powerbank dan bisa diambil dan dicharger. Tenaga yang dihasilkan dari mesin listrik PCX mencapai 1,33 HP. Adapun E Vino hanya memiliki satu baterai di lokasi yang serupa dengan PCX Electrik. Sehingga, PCX lebih unggul.

    Yamaha E Vino dilengkapi dengan Multifunction Meter. Pada speedometer terdapat banyak indikator. Dua di antaranya adalah status baterai dan mode yang digunakan. Motor listrik E Vink terdapat 3 mode, yaitu mode ekonomik, power dan booster. "Tergantung torsi yang dihasilkan," kata Rangga.

    PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) meluncurkan sepeda motor listrik Yamaha E Vino di Jakarta, 1 November 2017. TEMPO/Grandy Aji

    Kemudian terdapat indikator Engine Warning Light, yang berfungsi jika suatu saat bermasalah, maka warning light akan muncul. Kedua, pada baterai dilengkapi dengan Self Gathered Stick, yang berfungsi untuk kerusakan yang terjadi dan masa pakai sudah berapa lama, pengguna dapat mengetahuinya. Ketiga, E Vino dilengkapi dengan Yamaha Integrated Power Unit atau semacam ECU yang terdapat pada motor biasa. Yamaha Integrated Power Unit berfungsi mengendalikan dan mengatur besarnya putaran gas dan torsi yang dikeluarkan ban belakang.

    Indikator di panel speedometer, PCX juga memiliki fungsi yang sama. Namun, soal mode dan teknologi mengenali masalah, Honda mengungkap teknologi yang tersemat dalam kendali PCX.

    Baca: Yamaha E Vino Belum Dijual, Ini Alasannya

    Terkait model, Honda PCX lebih stylist dibandingkan E Vino meski memiliki model yang unik condong klasik. PCX masih mengikuti gaya elegan yang dibawa oleh kakaknya, PCX 150 dan PCX Hybrid yang kemungkinan di produksi tahun depan.

    Honda menyematkan sistem pengereman cakram dengan dual pot dan belakang teromol. Adapun E Vino masih percaya diri dengan menggunakan paduan rem dua teromol depan belakang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.