Minggu, 27 Mei 2018

Ini Perbandingan Spesifikasi Honda PCX vs Yamaha Nmax

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Astra Honda Motor meluncurkan Honda PCX terbaru di Jakarta, 13 Desember 2017. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    PT Astra Honda Motor meluncurkan Honda PCX terbaru di Jakarta, 13 Desember 2017. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan All New Honda PCX model 2018, Rabu, 13 Desember 2017 di K22 Bar, Jakarta Selatan. Model ini dijual di kisaran harga Rp 27 juta hingga Rp 30 juta.

    Baca: AHM Rilis All New Honda PCX 150 Produksi Lokal, Simak Fitur Barunya

    Peluncuran motor ini hanya berselang empat hari dari pesaing utama mereka di kelas skuter matik besar, Yamaha Nmax. Motor keluaran terbaru Honda ini, memiliki dua varian yakni ABS dan CBS, sementara saingannya juga hadir dengan dua varian ABS dan non ABS.

    Simak: Bersaing dengan Yamaha Nmax, Inilah Keunggulan Honda PCX Baru

    Berikut perbandingan spesifikasi keduanya:

    Yamaha Nmax

    Honda PCX

    Mesin

    155 CC VVA dan Blue Core

    149,3 CC, PGM-FI dan eSP

    Tipe Mesin

    Liquid Cooled 4-Stroke

    SOHC, 4 katub

    Liquid Cooled 4-Stroke

    SOHC, 2 katub

    Silinder

    Silinder tunggal

    Silinder tunggal

    Tenaga

    11,1kW/8000rpm

    n/a

    Torsi Maksimum

    14.4Nm/6000rpm

    n/a

    Sistem Pengapian

    TCI

    n/a

    Baterai

    YT27V

    n/a

    Dimensi

    P; 1955mm, L;740mm, T; 1115mm, Berat; 127kg

    P; 1923mm, L; 745mm, T;1107mm

    Kapasitas Tangki Bensin

    6,6 liter

    8 liter

    Lampu

    LED

    LED, dilengkapi sistem lampu Hazard

    Speedometer

    Full Digital

    Full Digital

    Double Disc Brake

    Ya

    Ya

    Harga OTR Jakarta

    Rp 26,3 juta (non ABS), Rp 30,2 juta (ABS)

    Berkisar Rp 27 Juta hingga Rp 32 juta

     

     


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.