NGK Mulai Melirik Bisnis Baterai Kendaraan Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Busi. Dok. NGK

    Ilustrasi Busi. Dok. NGK

    TEMPO.CO, Nagoya - Menghadapi era kendaraan listrik, perusahaan busi asal Jepang, NGK Spark Plug Co, mulai mengalihkan fokus bisnisnya ke komponen baterai solid state. Baterai tersebut diyakini akan lebih aman dan lebih kuat dibanding baterai lithium-ion, yang kini digunakan mayoritas kendaraan listrik.

    General Manager Teknik dan Litbang NGK Spark Plug Takio Kojima mengatakan dia menyadari perkembangan zaman, cepat atau lambat, akan membuat kendaraan berbahan bakar konvensional ditinggalkan.

    "Kami menyadari dan tidak dapat dimungkiri bahwa industri mobil suatu saat akan beralih ke baterai EVS, dan pada akhirnya hal ini dapat membuat bisnis sensor busi dan oksigen kita menjadi usang," katanya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 22 Desember 2017.

    Baca: Busi Racing NGK Siap Dukung Balap Nasional

    NGK Spark Plug Co Jepang telah bertahun-tahun memanfaatkan keahliannya dalam teknologi keramik, yang digunakan pada busi untuk berkembang menjadi sensor, semi-konduktor, dan produk lain.

    "Keahlian kami ada pada keramik tingkat lanjut. Jadi kami memutuskan untuk beralih ke baterai solid state," ucap Takio.

    Setelah mendominasi selama lebih-kurang 150 tahun, mesin pembakaran konvensional akan berhenti diproduksi pada beberapa dekade mendatang. Hal tersebut merupakan imbas pengetatan aturan emisi global yang memaksa produsen mobil mengembangkan lebih banyak mobil listrik.

    Simak: Penyebab Busi Sepeda Motor Sering Basah dan Penanganannya

    Beberapa perusahaan pemasok komponen global juga mulai merombak produk mereka. Di Jepang, Denso Corp telah bekerja sama dengan Toyota Motor dan Mazda Motor Corp untuk mengembangkan baterai kendaraan listrik, sementara Aisin Seiki Co, yang merupakan produsen transmisi, mulai mengembangkan sistem transmisi hybrid dan unit EV-specific, four-wheel-drive.

    REUTERS | NAUFAL SHAFLY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara