Bernie Ecclestone Sebut F1 Tidak Akan Bertahan Tanpa Ferrari

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Ferrari Sebastian Vettel, berdiri diatas mobilnya saat merayakan kemenangannya setelah berhasil memenangkan GP Brasil di sitkuit Interlagos di Sao Paulo, Brasil, 13 November 2017. REUTERS/Ueslei Marcelino

    Pembalap Ferrari Sebastian Vettel, berdiri diatas mobilnya saat merayakan kemenangannya setelah berhasil memenangkan GP Brasil di sitkuit Interlagos di Sao Paulo, Brasil, 13 November 2017. REUTERS/Ueslei Marcelino

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha sekaligus mantan CEO F1 asal Inggris, Bernard Charles Ecclestone, melontarkan pernyataan bahwa F1 tidak akan mampu bertahan jika Ferrari keluar dari kompetisi tersebut.

    Hal tersebut terkait dengan beberapa ancaman yang dikeluarkan oleh Tim Ferrari di akhir tahun 2017. CEO Ferrari, Sergio Marchionne, berulangkali protes terhadap F1 karena peraturan mesin yang akan dipakai pada kompetisi musim 2021.

    Baca: Raikkonen Matangkan Diri Bersama Ferrari

    Bernie, sapaan akrab Bernard, berpendapat ancaman Ferrari harus ditanggapi serius, karena ia khawatir ajang balap tersebut tidak dapat bertahan tanpa tim asal Italia tersebut.

    “Sergio (CEO Ferrari) bisa hidup tanpa Formula 1. Jika Marchionne tidak menyukai jalur Formula 1, maka dia akan berhenti,” ujar Bernie.

    Simak: F1 Jepang: Lewis Hamilton Pole, Sebastian Vettel Kedua

    Bernie juga mengatakan, dirinya khawatir bahwa Ferrari bisa hidup tanpa Formula 1, dan F1 tidak bisa hidup tanpa keikutsertaan Ferrari. “Saya khawatir Ferrari bisa hidup tanpa Formula 1, bukan sebaliknya."

    Bukan hanya tahun lalu saja, Ferrari sebenarnya sudah beberapa kali melakukan protes terhadap F1 dalam beberapa tahun belakangan. Ferrari saat ini masih terikat kontrak untuk berlomba pada ajang F1 sampai 2020.

    CRASH | NAUFAL SHAFLY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.