Begini Cara Produsen Ban Achilles Tingkatkan Produksi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ban Achilles123

    Ban Achilles123

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen ban Achilles dan Corsa, PT Multistrada Arah Sarana Tbk, mulai menggunakan listrik tegangan tinggi 30 megavolt ampere untuk meningkatkan produksi di kawasan pabrik Cikarang, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis, 11 Januari 2018.

    "Sebelumnya, kami menggunakan listrik tegangan menengah," kata Presiden Direktur MSA Pieter Tanuri di sela peresmian penyalaan daya listrik tegangan tinggi di Cikarang, Kamis. Ia mengatakan penambahan daya listrik disebabkan adanya kenaikan produksi pembuatan ban untuk mencukupi permintaan pasar, baik dalam maupun luar negeri.

    BacaTip Menjaga Ban Mobil Biar Awet

    Menurut dia, dengan menjadi pelanggan tegangan tinggi 150 kilovolt (kV), perusahaannya berharap kualitas daya dan kestabilan makin baik sehingga dapat meningkatkan produksi ban perusahaannya. "Produksi meningkat, otomatis kontribusi MSA terhadap pendapatan devisa negara Indonesia meningkat lewat produk ekspor," ujarnya.

    General Manager PLN Distribusi Jawa Barat Iwan Purwana berujar gardu induk Multistrada 150 kV di area PT Multistrada Arah Sarana Tbk dibangun sejak dua tahun lalu dan selesai tepat waktu. "Maka secara teknis PLN telah siap memasok listrik bagi kebutuhan PT Multistrada Arah Sarana Tbk," ucapnya.

    Baca: Motor Matic Dazz Jadi Penyokong Penjualan TVS 2017

    Menurut dia, gardu induk Multistrada, produsen ban Achilles, mendapatkan pasokan listrik dari gardu induk Sukatani melalui jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kV. Ia menambahkan, energizing itu membuktikan PLN mampu menyalurkan tenaga listrik bagi pengembangan pabriknya. "Ini merupakan jaminan dari PLN untuk investor dengan layanan khusus," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.