Ford Pickup Ini Langganan Mobil Militer AS, Simak Speknya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ford F-150 Pickup adalah mobil yang digemari oleh tentara Amerika Serikat. Sumber: motor1.com

    Ford F-150 Pickup adalah mobil yang digemari oleh tentara Amerika Serikat. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, Jakarta - United Service Automobile Assosiation yang memberikan layanan pembelian mobil mencatat Ford F-150 pickup menjadi pilihan nomor satu di semua kantor cabang militer di Amerika Serikat tahun lalu. "Jumlah tertinggi dalam pembelian mobil untuk militer," kata Jimmy Spears, analis mobil untuk USAA. USAA adalah grup jasa keuangan.

    Baca: Strategi Ford Perkuat Pasar di Cina Lewat Alibaba Group

    Ford 150 pickup menggunakan mesin diesel Power Stroke dengan kapasitas 3.0 liter. Dalam pengujian, Ford menguji enam tipe mesin yang akan ditempelkan pada mobil andalannya tersebut.

    Ford F-150 Pickup menjadi mobil pilihan nomor satu bagi militer Amerika Serikat. Sumber: motor1.com

    Mesin dengan konfigurasi V6 tersebut menghasilkan 250 tenaga kuda dan menghasilkan torsi 440 pound-feet (597 Newton-meter) pada putaran rendah 1.750 rpm khas mesin diesel. Ford F-150 memiliki kapasitas penumpang 11.400 pound dan kapasitas muatan 2.020 pound. Dengan menggunakan mesin diesel ini, mobil ini cukup irit berdasarkan metode EPA mampu menghasilkan 30 mil per galon atau 12,7 kilometer per liter.

    Baca: Mobil Ford GT dengan Gorilla Glass Akan Hadir Tahun Ini

    Mesin diesel 3.0-liter V6 akan dipasangkan dengan transmisi otomatis 10 kecepatan yang secara khusus disesuaikan dengan mesin Ford F-150. Insinyur Ford telah menguji gearbox SelectShift untuk mengoptimalkan daya dan torsi low-end dengan tetap mengutamakan efisiensi bahan bakar. Mobil Ford ini akan ditawarkan untuk versi 4x2 dan 4x4.

    MOTOR1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.