Strategi Ford Perkuat Pasar di Cina Lewat Alibaba Group

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ford Logo

    Ford Logo

    TEMPO.CO, Jakarta - Alibaba Group Holding meneken kerja sama dengan produsen mobil Amerika, Ford Motor Co, di bidang teknologi komputasi, konektivitas, dan retail untuk menaikkan penjualan mobil melalui platform online milik Alibaba.

    Alibaba, pada Kamis, 7 Desember 2017, waktu setempat, menyatakan kesepakatan dengan Ford untuk jangka waktu tiga tahun. Juru bicara Alibaba menyebut salah satu bidang yang tengah dipertimbangkan adalah menjual mobil Ford melalui platform online Tmall.

    Baca: Ford Siapkan 15 Mobil Listrik Baru untuk Pasar Cina

    Sehari sebelumnya, Reuters melaporkan Ford berencana menandatangani kesepakatan itu demi merombak strategi penjualan di China sekaligus merangsang pertumbuhan.

    "Perjanjian tersebut untuk mengeksplorasi cara baru mendefinisikan kembali bagaimana konsumen membeli dan memiliki kendaraan sendiri, serta bagaimana memanfaatkan saluran digital untuk mengidentifikasi peluang retail baru," kata Alibaba.

    Perusahaan e-commerce asal Cina dan pabrikan mobil Amerika itu pada awalnya akan "mendalami sebuah studi percontohan" untuk peluang retail terbaru.

    Presiden dan CEO Ford Jim Hackett, dalam pernyataan tersebut, mengatakan bekerja sama dengan perusahaan teknologi sejalan dengan visi untuk membuat "kendaraan cerdas".

    Baca: Ford Incar Pasar Mobil Listrik di Cina

    Penjualan Ford Cina melambat dalam beberapa bulan terakhir di tengah upaya mengikuti tren mobil yang berubah dengan cepat, termasuk meningkatnya permintaan untuk mobil entry level di kota-kota kecil.

    Di sisi lain, Alibaba memperlebar sayapnya ke dunia otomotif bersama dengan Banma Technologies, untuk kemitraan dengan SAIC Motor Corp, guna mengembangkan mobil terkoneksi Internet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.