Norton Akan Menghidupkan Kembali Atlas Scrambler 650 pada 2019

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Norton Atlas Scrambler 650cc yang akan dipasarkan pada November 2018. Sumber: motorcycle.com

    Norton Atlas Scrambler 650cc yang akan dipasarkan pada November 2018. Sumber: motorcycle.com

    TEMPO.CO, London - Norton mengungkapkan dua sketsa motor scrambler yang akan memulai debutnya pada November 2018. Norton Atlas 2019 akan menggunakan mesin dua silinder sejajar berkapasitas 650cc baru dengan harga diprediksikan sekitar £ 10.000 atau sekitar Rp 189 juta.

    Norton menghidupkan nama Atlas yang diperkenalkan pada 1962, yang saat itu menggunakan mesin twin 745cc berpendingin udara. Mesin ini adalah mesin berkapasitas terbesar dari Norton yang diproduksi. Pengembangan dari Norton Dominator berkapasitas 497 cc.

    Baca: Royal Enfield Himalayan Pakai Knalpot Termignoni Tambah Keren

    Namun pada Atlas 650 justru akan menggunakan mesin generasi lain, yaitu Norton V4 RR minus silinder belakang dan stroke yang diperpanjang. Nantinya, Norton memiliki tiga versi mesin yang mampu menghasilkan tenaga 70 hp, 100 hp dan versi supercharged yang mampu mencapai 175 hp.

    Desain Norton Atlas keren mirip dengan Ducati Scrambler. Khas motor scrambler dengan stang yang lebar, spakbor pendek, pipa knalpot menjulur disamping mesin, ground clearence yang cukup tinggi dan rangka teralis yang menambah kesan kokoh. Selain Ducati, Norton juga akan bersaing dengan Royal Enfield, Moto Guzzi, dan Triumph.

    Baca: Motor Bergaya Retro Klasik Kawasaki W175 Laris di Jakarta Fair

    Belum jelas apakah Norton Atlas akan dijual di Indonesia. Kabarnya, pabrik Norton yang berkolaborasi dengan Kinetic di India akan memasarkan motor scrambler ini di India dan pasar ASEAN. Di India, Norton hanya menguasai saham 49 persen dan Kinetic 51 persen.

    MOTORCYCLE | AUTO NDTV


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.