Kamis, 22 November 2018

Kemenperin - Toyota Kolaborasi Riset Teknologi Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono mencoba Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono mencoba Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian menggandeng Toyota Indonesia dan 6 perguruan tinggi negeri untuk bersama melakukan riset dan studi tentang pentahapan teknologi mobil listrik.

    Riset ini diharapkan dapat menjadi masukkan bagi pemerintah dalam menerapkan kebijakan pengembangan kendaraan listrik, sehingga target 20 persen untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah (low carbon emission vehicle/LCEV) tahun 2025 dapat tercapai.

    "Pemerintah saat ini berupaya untuk mendorong pemanfaatan teknologi otomotif yang ramah lingkungan melalui program LCEV," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara kickoff Electrified Vehicle Compreheneive Study di Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018. 

    Baca: Inilah Kecanggihan Toyota Corolla Sport Lawan Honda Civic

    Menurut Airlangga, sasaran tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk dapat menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sebesar 29 persen pada tahun 2030 sekaligus menjaga energi sekuriti khususnya di sektor transportasi darat.

    "Sebagai salah satu andalan di dalam roadmap Making Indonesia 4.0, industri otomotif nasional diharapkan menjadi basis produksi kendaraan bermotor baik internal combustion engine (ICE) maupun electrified vehicle (EV) untuk pasar domestik maupun ekspor," katanya.

    Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle. TEMPO/Wawan Priyanto

    Riset bersama ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua tahun (2018-2019). Pembagian tugas riset akan dibagi dalam dua tahap. Pertama, riset akan dilakukan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI). Pada tahap ke-2, riset bersama dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Udayana.

    Baca: Mengintip Kemewahan Toyota Crown Terbaru, Serba Canggih

    Airlangga menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi pada riset ini tidak terlepas dari peran aktif dan partisipasi mereka dalam upaya pengembangan kendaraan bermotor listrik beserta komponennya di dalam negeri. Misalnya, berupa komponen software maupun hardware, termasuk di antaranya adalah baterai, motor listrik, power control unit, hingga sistem charging station.

    Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle. TEMPO/Wawan Priyanto

    "Melaui riset dan studi bersama ini juga akan dicari solusi yang meliputi kenyamanan berkendara oleh para pengguna, infrastruktur pengisian energi listrik, rantai pasok dalam negeri, serta adopsi teknologi dan regulasi," katanya.

    Selain itu, diharapkan adanya dukungan kebijakan agar kendaraan listrik dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa harus dibebani biaya tambahan.

    Adapun mobil listrik yang akan digunakan untuk riset kali ini adalah jenis Hybrid dan Plug-in Hybrid yang bakal dibandingkan dengan kendaraan konvensional yang telah menggunakan teknologi advanced engine. 

    Poin-poin riset antara lain tentang user convenience study, technica characteristic study, overall environment study, industry, social impct study, serta policy and regulation study. Riset ini diharapkan bisa didapatkan perbandingan yang komprehensif antara kendaraan jenis EV, PHEV, dengan jenis ICE.

    Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle. TEMPO/Wawan Priyanto

    "Setiap kendaraan tersebut akan dilengkapi data logger untuk pengambilan data konsumsi bahan bakar, kondisi charging, kebutuhan data infra charging, user experience, co vinience, dan lain sebagainya, ujarnya.

    Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menyatakan bawah pihaknya mendukung kegiatan riset dan studi bersama yang diinisiasi Kemenperin dalam upaya untuk memahami secara lebih menyeluruh tentang kendaraan listrik di Indonesia. 

    Baca: Begini Proses Finishing Pengecatan Toyota Century Terbaru

    "Kami memberikan dukungan berupa penyediaan kendaraan, data logger, dan asistensi lainnya yang dapt digunakan untuk penelitian oleh peneliti dari universitas-universitas di Indonesia," kata Warih.

    Warih berharap dukungan yang diberikan TMMIN dapat membantu pemetaan kondisi dan kebutuhan riil pelanggan, termasuk kesiapan dan tantangan dalam mengembangkan industri dan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.

    12 unit mobil Toyota yang digunakan untuk penelitian adalah 6 unit Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan 6 unit Toyota Prius Hybrid. Toyota juga menyiapkan 6 unit Toyota Corolla Altis (mobil konvensional) sebagai pembanding.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.