Ini Alasan Wuling Belum Berminat Terjun di Segmen Mobil LCGC

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Confero S Anniversary diluncurkan di GIIAS 2018. 5 Agustus 2018.

    Wuling Confero S Anniversary diluncurkan di GIIAS 2018. 5 Agustus 2018.

    TEMPO.CO, JakartaWuling Motors belum berminat untuk menggarap mobil kategori LCGC dalam waktu dekat. Dian Asmahani selaku Brand Manager Wuling Motors mengatakan saat ini pihaknya masih fokus ke produksi mobil MPV dan dilanjutkan pada produksi SUV pada tahun depan.

    "Kalau kita bicara komitmen jangka panjang, pastinya Wuling juga mau menghadirkan produk-produk di segmen yang lain, selain kedua segment tersebut. Tetapi mengenai apa dan kapan, ini semuanya masih dibahas internal dan di studyi" katanya kepada Bisnis, di arena GIIAS 2018, Selasa 7 Agustus 2018.

    Baca: Suku Cadang dan Biaya Perawatan Wuling Murah, Ini Penyebabnya

    LCGC atau Low Cost and Green Car dikenal mobil murah dan hemat bahan bakar. Murah lantaran mobil ini bebas pajak. Namun, syarat yang harus dipenuhi tidak mudah.

    Pertama, model mobil dan logo mencerminkan Indonesia, konsumsi per liter minimal harus menempuh 20 kilometer dengan bahan bakar Pertamax. Kedua, pabrikan wajib memberikan data dan bukti realisasi investasi, termasuk rencana menggunakan komponen lokal minimal 80 persen. Padahal, dua produk Wuling saat ini baru memiliki kandungan lokal 56 persen.

    Ketiga, harga jual produk LCGC off the road ke konsumen sesuai ketentuan yang berlaku. Keempat, lolos verifikasi lembaga independen surveyor untuk memenuhi ketentuan dan persyaratan.

    Baca: Begini Kesiapan Wuling Motors Menghadapi Aturan Emisi Euro 4

    Untuk diketahui, pada even Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 ini, Wuling Motors menghadirkan dua produk terbarunya yakni Wuling SUV dan mobil listrik E100. Untuk Wuling SUV, rencananya baru akan di produksi pada tahun depan. Namun untuk mobil listrik E100, merek asal Cina itu mengaku masih menunggu regulasi dan kesiapan fasilitas dari pemerintah Indonesia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.