Main Golf, Cara Sean Gelael Belajar Mengendalikan Emosi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sean Gelael saat menjadi runner up balap F2 GP Monako nomor feature race  di Sirkuit Monte Carlo, Jumat 25 Mei 2018. (Tim Jagonya Ayam KFC)

    Sean Gelael saat menjadi runner up balap F2 GP Monako nomor feature race di Sirkuit Monte Carlo, Jumat 25 Mei 2018. (Tim Jagonya Ayam KFC)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap F1 seperti Lewis Hamilton, Fernando Alonso, Carlos Saiz dan lainnya cukup piawai mengayunkan stick golf. Di sela-sela balapan, mereka sering bermain golf. Nah, golf ini rupanya dipilih para pembalap top tersebut untuk menjaga kebugaran sekaligus membantu mengontrol emosi.

    Golf juga menjadi olahraga yang dipilih Sean Gelael, pembalap F2 asal Indonesia, untuk mengisi waktu luang di luar balapan sekaligus belajar mengendalikan emosi. Olahraga tepok bola itu menurut putra pembalap kawakan, Ricardo Gelael, mengajarkan pemain untuk melawan diri sendiri.

    Baca: Start P19, Sean Gelael Finish P7 F2 Bahrain

    "Golf itu mengajarkan kita untuk mengendalikan emosi, melawan diri sendiri," kata Sean kepada Tempo di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Menurut Sean, golf juga dapat dijadikan olahraga yang menyenangkan untuk sekadar refreshing setelah menjalani pekan balapan yang super padat. "Ini baru belajar golf, handicap masih 20-an lah," katanya.

    Tahun ini, balapan F2 masih menyisakan 4 seri lagi yakni di Spa-Francochamps (24-5 Agustus), Monza (31 Agustus-2 September), Sochi (28-30 September), dan Yas Marina (23-25 November).

    Baca: Cerita Sean Gelael Salip 12 Pembalap di F2 Bahrain

    Dari 8 seri yang sudah dilalui, Sean Gelael (Pertamina Prema Theodore Racing) menempati peringkat 14 dengan 29 poin. Prestasi terbaik Sean Gelael musim ini adalah peringkat kedua di Sirkuit Monako.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.