Rabu, 21 November 2018

Ini Permintaan Maaf Romano Fenati Setelah Tekan Rem Pembalap Lain

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebalap Moto2 Romano Fenati mendapatkan hukuman dilarang tampil dalam dua seri Moto2 2018 hingga Grand Prix Thailand.

    Pebalap Moto2 Romano Fenati mendapatkan hukuman dilarang tampil dalam dua seri Moto2 2018 hingga Grand Prix Thailand.

    TEMPO.CO, Jakarta - Romano Fenati, pembalap Moto2 Marinelli Snipers Team telah memberikan pernyataan permintaan maaf setelah insiden balapan di Gran Premio Octo di San Marino. Pembalap Italia tersebut terbukti melakukan aksi tak sportif dengan menarik tuas rem pembalap lainnya, Stefano Manzi dari Forward Racing Team. Akibat tindakan tersebut, Romano Fenati telah menerima skors untuk dua balapan Grand Prix dan diputus kontraknya dengan Marinelli Snipers Team maupun MV Agusta.

    Baca: Tekan Rem Pembalap Lain di Moto2, Romano Fenati Tuai Kecaman

    Ia secara terbuka menyatakan tindakannya adalah memalukan dan bukan tindakan seorang lelaki sejati. Sebagai pembalap, kata dia, seharusnya tidak perlu bereaksi atas tindakan provokasi. Berikut petikan lengkap ucapan permintaan maaf Romano Fenati.

    "Saya minta maaf ke dunia olahraga. Pagi ini, dengan pikiran jernih, aku berharap itu hanya mimpi buruk. Saya memikirkan dan berpikir kembali ke momen-momen itu, saya membuat tindakan yang memalukan, saya bukan seorang pria!
    Seorang pria akan menyelesaikan perlombaan dan kemudian dia akan pergi ke pimpinan balapan untuk mendapatkan keadilan untuk insiden sebelumnya.

    Aksi Romano Fenati menarik handel rem Stefano Manzi.

    Saya seharusnya tidak bereaksi terhadap provokasi. Kritikan itu benar dan saya mengerti mereka yang tak suka terhadap saya.
    Saya ingin meminta maaf kepada semua orang yang percaya pada saya dan semua orang yang merasa sakit hati dengan tindakan saya.
    Gambaran mengerikan tentang saya dan olahraga telah banyak disampaikan.

    Saya tidak seperti itu, orang yang mengenal saya dengan baik tahu itu!
    Dalam karir saya, saya selalu menjadi pembalap yang baik. Tahun lalu saya adalah salah satu dari sedikit yang tidak dihukum, saya tidak pernah menempatkan kehidupan orang lain dalam bahaya, sebaliknya, saya selalu mempertahankan bahwa ada pembalap di lintasan yang tidak masuk akal karena gaya berkendara mereka.

    Memang benar, sayangnya saya memiliki karakter impulsif, tetapi niat saya tentu saja tidak menyakiti pembalap lain seperti saya, tetapi saya ingin membuatnya mengerti bahwa apa yang dilakukannya berbahaya dan bagaimana saya juga bisa melakukan sesuatu yang mirip dengan apa yang dia lakukannya.

    Simak: Video Aksi Gila Fenati dalam Balapan Moto2: Tarik Rem Lawan

    Saya tidak ingin membenarkan diri saya sendiri, saya tahu bahwa tindakan saya tidak dapat dibenarkan, saya hanya ingin meminta maaf kepada semua orang. Sekarang saya akan punya waktu untuk merefleksikan dan menjernihkan pikiran saya."

    Aksi Romano Fenati ini sebenarnya bermula saat Stefano Manzi menyenggol Fenati karena tidak bisa mengendalikan motornya saat tikungan 7. Akibatnya, kedua pembalap harus masuk gravel meski keduanya bisa kembali ke lintasan. Fenati sempat mengacungkan tangannya saat kembali ke lintasan kepada Manzi. Mungkin karena tidak puas, Fenati melakukan aksi bodohnya dengan menekan tuas rem yang bisa membahayakan. Manzi pun harus menghentikan balapan karena masalah teknis motornya.

    MOTOGP | FOX SPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.