Jumat, 19 Oktober 2018

Hyundai Dapat Pesanan 1.000 Truk Hidrogen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hyundai Logo (REUTERS/Lee Jae-Won)

    Hyundai Logo (REUTERS/Lee Jae-Won)

    TEMPO.CO, JakartaHyundai mencapai kesepakatan besar dengan perusahaan Swiss H2 Energy (H2E) untuk memasok truk ramah lingkungan berbahan bakar hidrogen (fuel cell vehicle) dalam lima tahun ke depan.

    Dengan kesepakatan ini, mulai 2019 Hyundai akan menyediakan 1.000 unit truk berbahan bakar hidrogen untuk keperluan pelanggan Swiss yang diawali dari anggota Swiss H2 Association, kata Hyundai dalam pernyataan resminya.

    "Kami lagi-lagi memajukan bidang teknologi sel bahan bakar di industri otomotif dengan pengumuman ambisi kami hari ini untuk mengkomersilkan truk listrik sel bahan bakar untuk pertama kalinya di dunia," kata Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Divisi Komersial Hyundai Motor In Cheol Lee kepada pers di Hanover, Jerman, Rabu waktu setempat (Kamis dinihari WIB, 20 September 2018).

    Baca: Hyundai Akan Bangun Pabrik di Indonesia

    Nota kesepahaman (MoU) kesepakatan Hyundai Motor dengan Swiss H2 itu ditandatangani di ajang pameran IAA Commercial Vehicle 2018 di Hanover, Jerman, dimana dari pihak Swiss H2 diwakili Chairman Rolf Huber.

    "Ekonomi hidrogen yang berkelanjutan membutuhkan ekosistem yang dirancang untuk hidrogen. Inilah mengapa kolaborasi kami antara Hyundai Motor, H2 Energy, Swiss H2 Association, dan produsen listrik utama di Swiss sangat strategis dan masuk akal," kata Huber.

    Dengan telah diperkenalkannya kendaraan listrik sel bahan bakar yang diproduksi massal pada 2013, yakni Hyundai Tucson fuel cell, dan peluncuran FCEV NEXO tahun ini, pasokan armada truk hidrogen ini menandai ekspansi Hyundai ke pasar kendaraan komersial ramah lingkungan.

    Truk listrik fuel cell yang sedang dikembangkan Hyundai sesuai dengan peraturan Eropa, dengan sistem bahan bakar hidrogen 190kW baru dengan dua sistem fuel cell yang terhubung paralel, seperti yang diterapkan pada NEXO.

    Baca: Hyundai Merilis MPV Mewah H1 2018: Lebih Macho, Kabin Nyaman

    Dengan sistem powertrain itu kendaraan ini bisa menempuh perjalanan hingga sekitar 400km, dengan delapan tangki hidrogen besar dipasang secara kompak, memanfaatkan area seperti antara kabin dan rangka body yang kuat.

    Menurut Hyundai, truk listrik sel bahan bakar ini menawarkan desain yang khas. Ini disajikan dalam desain yang sederhana dan bersih yang juga efisien secara aerodinamis, dan dilengkapi dengan spoiler dan pelindung samping.

    Grille depan melambangkan hidrogen melalui bentuk geometris, memberikan tampilan yang unik dan kuat pada kendaraan. Kendaraan ini memancarkan tampilan ramah lingkungan dengan aplikasi warna biru dan grafis badan samping yang tebal, yang juga memvisualisasikan karakter dinamisnya.

    H2 Energy adalah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam produksi dan pasokan hidrogen terbarukan di Swiss, dengan anak perusahaan di Jerman, Norwegia dan Austria. Perusahaan ini berpengalaman dalam peluncuran ekosistem hidrogen yang dioptimalkan, yang berfokus pada kelangsungan hidup komersial untuk semua pemangku kepentingan.

    H2 Energy berencana untuk menyediakan truk listrik sel bahan bakar Hyundai bagi para pelanggan Swiss yang dimulai dengan anggota Swiss H2 Association, yang mencakup beberapa operator stasiun pengisian bahan bakar, pengecer, dan pelanggan lainnya untuk distribusi logistik dan barang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.