Pria Malaysia Hadiri Scooter Festival, Cari Referensi Modif Vespa

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Addi Syakrie, 37, warga Kuala Lumpur Malaysia yang turut menghadiri Indonesia Scooter Featival di Yogya 22-23 September 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Addi Syakrie, 37, warga Kuala Lumpur Malaysia yang turut menghadiri Indonesia Scooter Featival di Yogya 22-23 September 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Indonesia Scooter Festival 2018 bakal digelar di Jogja Expo Center Yogyakarta 22-23 September 2018. Tak hanya pecinta skuter asal Indonesia, namun penggila skuter dari berbagai negara seperti Malaysia, Jepang, Singapura, Amerika, Italia, juga Jerman jauh-jauh hari sudah membooking tiket demi bisa hadir di event tersebut.

    Baca: Vespa Gibran Anak Jokowi Ikut Kontes, Harganya Diatas Rp 30 Juta

    Addi Syakrie, 37 asal Kuala Lumpur Malaysia, sehari sebelum event digelar, sduah datang ke Indonesia bersama istrinya untuk melihat lebih dekat berbagai skuter antik yang bakal dipamerkan dalam event itu. “Saya rencana lima hari di Yogya untuk melihat event ini, baru datang tadi siang langsung ke sini (venue acara) karena penasaran,” ujar Syakrie saat ditemui Tempo, Jumat 21 September 2018.

    Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai seorang mekanik di sebuah perusahaan otomotif di Malaysia itu mengaku, datang ke acara itu karena ingin memperluas referensinya tentang koleksi skuter Indonesia yang dinilai lebih komplit. “Di Malaysia, skuter lebih banyak untuk tren racing dan kondisinya orisinil, kalau Indonesia lebih luas karena ada banyak modelnya dan modifikasi kreatif di sini,” ujarnya.

    Skuter model three wheeler atau roda tiga yang bakal mejeng dalam Indonesia Scooter Festival 2018 di Yogya 22-23 September 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Pria yang mendapatkan informasi event itu dari komunitas skuter di Jakarta itu, nekat datang ke acara itu karena ingin melihat langsung berbagai vespa unik. Ia takjub dengan berbagai model Vespa small frame yang melimpah di Indonesia karena barang itu amat langka di Malaysia. Indonesia juga lebih banyak koleksi langka seperti three wheeler atau roda tiga.

    Baca: Vespa Antik Dilelang di Scooter Festival, Harga Mulai Rp 10 Juta

    “Di sini juga ada Vespa yang dibikin dari kayu, itu benar-benar luar biasa,” ujar Addy yang sudah dua kali menghadiri event pecinta Vespa di Indonesia itu.

    Pemilik skuter Lambreta LI 1 tahun 1959 itu mengaku takjub, kalangan pecinta skuter di Indonesia bisa merata di semua usia. Berbeda dengan Malaysia yang menurunya masih terbatas di kalangan anak muda.

    Skuter kayu yang turut dalam perhelatan Indonesia Scooter Festival di Yogya 22-23 September 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Addy sendiri tergabung dalam komunitas Modern Flashback Scooter Club Malaysia mengaku datang ke acara itu juga untuk silaturahmi dengan komunias Vespa Indonesia yang sudah lama ia kenal baik.

    “Ya meskipun Indonesia dan Malaysia seringkali diisukan sering ribut atau bersaing, padahal kami pecinta Vespa dari dulu baik-baik saja, akrab, tak pernah ada masalah dan terus silaturahmi,” ujarnya.

    Baca: Koleksi Vespa Tua Paus Francis, Klasik dan Bersejarah

    Silaturahmi pecinta skuter Malayasia dan Indonesia itu, ujar Addy misalnya saat anggota komunitas menyambangi negara tetangga pasti menyempatkan mampir dan bertemu seperti saudara tua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.