Senin, 10 Desember 2018

Ma'ruf Amin Sebut Mobil Esemka Akan Diluncurkan Oktober

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Maruf Amin menyampaikan pidato politik dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo - Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. Deklarasi P-IJMA bertujuan memenangkan suara perempuan Indonesia kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo - Maruf Amin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Calon wakil presiden Maruf Amin menyampaikan pidato politik dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo - Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. Deklarasi P-IJMA bertujuan memenangkan suara perempuan Indonesia kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo - Maruf Amin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut mobil Esemka yang pernah dirintis Joko Widodo atau Jokowi akan diluncurkan pada Oktober mendatang. "Bulan Oktober nanti akan diluncurkan mobil nasional bernama Esemka, yang dulu pernah dirintis oleh Pak Jokowi. Akan diproduksi besar-besaran," kata Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Jember, Kamis, 27 September 2018.

    Pernyataan tersebut dilontarkan Ma'ruf Amin ketika memberikan tausiah di hadapan ratusan santri dan ulama Nahdlatul Ulama. "Nanti ke depan ada harapan tumbuh mobil nasional Nuris jadi tidak mustahil. Semua usaha juga dimulai dari kecil," katanya disambut tepuk tangan meriah ratusan orang yang hadir dalam acara silaturahmi itu.

    Baca: 

    Mobil Esemka Disebut Dirilis Oktober, Ini Tipe yang Pernah Muncul

    Kelanjutan Mobil Esemka Dipertanyakan, Inilah Jawaban Sukiyat

    Ma’ruf Amin juga mengatakan, baru-baru ini ia berbincang dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad untuk mengembangkan mobil Asian. "Dan kita bikin pasar Asia sebagai pasar yang dominan dikuasai, tidak tergantung pihak luar. Apalagi kalau bisa mengekspor ke luar," ujarnya.

    Karena itu, kata dia, sumber daya manusia atau human capital dan human resource yang berkualitas perlu disiapkan sehingga bisa berkompetisi dan memiliki daya saing serta fighting spirit tinggi.

    Ia menambahkan, membangun pasar Asia dapat menciptakan kemakmuran. "Bagaimana membuat mobil Asian, yang bahannya ada yang dibikin di Indonesia, di Malaysia, atau di Vietnam. Kemudian kita pasarkan bersama, baik di lingkungan Asian atau di lingkungan dunia," ujarnya. Dengan terwujudnya model kerja sama seperti itu, Ma'ruf meyakini masa depan yang sangat cerah bagi Indonesia.

    Baca: Geram Jokowi Dibully Soal Esemka, Sukiyat: Buat Mobil Tak Gampang

    Sebelumnya, inisiator mobil Esemka, Sukiyat, mengaku heran dengan masih adanya sebagian pihak yang berusaha menjatuhkan Jokowi dengan terus bertanya soal kelanjutan mobil Esemka.

    “Jawaban untuk mobil Esemka itu, ya, Mahesa. Kok, Pak Jokowi dionyo-onyo (dicemooh) terus, ‘Mana Esemka, mana Esemka?’ Ya, Pak Jokowi enggak tahu,“ ujar Sukiyat setelah dijenguk Jokowi di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, Jumat, 14 September 2018.

    Mahesa memiliki nama resmi Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) dan sempat mejeng dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Mahesa merupakan terjemahan dari proyek panjang Esemka yang dikenalkan Jokowi saat masih menjadi Wali Kota Solo.

    Baca: Makna Logo Kerbau di Mobil Mahesa, Si Pengganti Mobil Esemka

    Mulai Januari 2019, mobil ini akan diproduksi 25 ribu unit oleh PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI), perusahaan yang didirikan Sukiyat. Sukiyat menjabat presiden komisaris di perusahaan yang join dengan PT Astra International Tbk itu.

    Mungkinkah mobil Esemka yang disebut Ma’ruf Amin itu adalah AMMDes?

    DAVID PRIYASIDARTA | PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.