Kemenhub Sebut Mobil Esemka Sudah Lolos dalam Uji Tipe Kendaraan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua mobil Esemka tipe Rajawali terparkir di gedung Solo Technopark, 10 Februari 2015.. Mobil tersebut merupakan kendaraan yang pernah digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota Solo, Joo Widodo. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Dua mobil Esemka tipe Rajawali terparkir di gedung Solo Technopark, 10 Februari 2015.. Mobil tersebut merupakan kendaraan yang pernah digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota Solo, Joo Widodo. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Subdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan, Dewanto Purnacandra mengatakan bahwa sejauh ini ada satu unit atau satu tipe Mobil Esemka yang sudah menjalani pengujian di Kementerian Perhubungan.

    Tanpa menyebutkan tipe, Dewanto menjelaskan bahwa mobil Esemka sudah melalui uji tipe dan berhasil lulus melalui beberapa proses. “Setelah melalui beberapa proses uji tipe, mobil Esemka mendapatkan sertifikat dari Kementrian perhubungan bahwa mobil ini sudah layak,” ujarnya kepada Tempo pada Senin, 1 Oktober 2018.

    Baca: 
    Ma'ruf Amin Sebut Mobil Esemka Akan Diluncurkan Oktober
    Geram Jokowi Dibully Soal Esemka, Sukiyat: Buat Mobil Tak Gampang

    Setiap kendaraan baru yang akan dipasarkan di Indonesia wajib menjalani uji tipe dan uji emisi. Dalam uji tipe ini kendaraan akan diuji kelayakannya mulai daya tampung, kinerja semua perangkat dan kinerja mesinnya. Tak berhenti di situ, mobil baru wajib ikut menjalani uji emisi dari mesin. Aturan terakhir, setiap kendaraan baru wajib lolos emisi Euro4 sebagai standar baru. 

    Setelah kendaraan lolos dalam uji tipe dan uji emisi tersebut maka mobil tersebut berhak mendapatkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB). Inilah syarat mobil bisa dipasarkan ke masyarakat umum. 

    Mobil Esemka pertama kali menjalani uji emisi pada 27 Februari 2012 dengan model Esemka Rajawali di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BMTP) Serpong, Tangerang Selatan. Namun saat itu, Rajawali gagal lolos uji emisi karena kendaraan tersebut kandungan CO sebesar 11.63 gram/kilometer dan HC+NOx 2,69 gram/kilometer di mana seharusnya maksimum CO 5,0 gram/kilometer dan HC+NOx 0,70 gram/kilometer.

    Baca: 
    Sukiyat Sebut Akan Bertemu dengan Jokowi, Bahas Mobil Esemka?
    Mobil Esemka Disebut Dirilis Oktober, Ini Tipe yang Pernah Muncul

    Baru pada 16 Agustus 2012, Mobil Esemka lolos melewati nilai ambang batas Euro 2 dengan hasil CO = 1.544 g/km dan NOx+HC = 0,598 g/km. Saat itu, mobil Esemka yang menjalani pengujian adalah Esemka Rajawali I, Esemka Rajawali R2 keduanya berjenis SUV dan Esemka Bima 1.1 yang memiliki model pikap. 

    Ketika Dewanto ditanya soal jenis Mobil Esemka yang lolos pengujian, ia mengaku lupa. Hanya ia memastikan bahwa kendaraan yang menjalani pengujian tipe itu sudah layak jalan. 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.