Taksi Listrik Black Cab Akan Beroperasi di Prancis 2019

Reporter:
Editor:

Burhan Sholihin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taksi ikonik di London, Black Cab kini memiliki armada baru dengan yang mengadopsi teknologi hybrid. Taksi ini mulai dioperasikan pada Rabu, 6 Desember 2017. (autoxpress)

    Taksi ikonik di London, Black Cab kini memiliki armada baru dengan yang mengadopsi teknologi hybrid. Taksi ini mulai dioperasikan pada Rabu, 6 Desember 2017. (autoxpress)

    TEMPO.CO, Jakarta - Taksi ikonik Kota London atau Black Cab yang kini sudah menggunakan sistem penggerak listrik akan beroperasi di Paris, Prancis, mulai tahun 2019. London Electric Vehicle Co yang menaungi penjualan Black Cab memperluas cakupan pasarnya dengan menyasar kota-kota besar Eropa selain London, dilansir Economic Times, Jumat 19 Oktober 2018.

    Black Cab ini akan memakai mobil listrik buatan Geely dari Cina. Taksi ini sudah masuk di Amsterdam, dan kini akan ekspansi ke Paris, Hamburg dan Berlin.

    "Paris yang kini dipenuhi polusi mobil kini punya alternatif lain yakni taksi yang ramah lingkungan," kata Chief Executive Chris Gubbey.

    Perusahaan yang membuat taksi bermesin plug-in electric itu tetap mempertahankan desain klasik Black Cab, dengan ciri khas lampu bulat dan grille depan yang besar, serta lekukan bodi yang menyerupai mobil-mobil di era 60-an.

    Sejauh ini terdapat 600 unit Black Cab yang beroperasi di London. Selain Paris, London Electric Vehicle akan memperluas pasarnya ke Amsterdam, Berlin, Hamburg dan Oslo.

    Pengoperasin Black Cab di Paris diklaim sejalan dengan program Wali Kota Anne Hidalgo yang agresif dalam meningkatkan kualitas udara di kota mode itu.

    CEO London Electric Vehicle, Chris Gubbey, menyatakan ingin memberikan pilihan baru kepada pengemudi dan penumpang untuk bersama-sama mengurangi polusi udara dengan menggunakan kendaraan umum berupa taksi yang ramah lingkungan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.