Velg Alloy Diuji bersama Velg Kaleng, Mana yang Lebih Kuat?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menguji kekuaran velg alloy dan velg kaleng. Sumber: Hydraulic Press Channel

    Menguji kekuaran velg alloy dan velg kaleng. Sumber: Hydraulic Press Channel

    TEMPO.CO, Jakarta - Di pasaran, berbagai jenis dan model velg dijajakan dengan kualitas yang beragam. Ada dua jenis velg yang populer digunakan yaitu velg alumunium alloy dan velg kaleng dari besi baja. Velg alloy memiliki model yang menarik dengan bentuk yang bervariasi. Soal ukuran berat, alloy lebih ringan dari velg kaleng. Kelebihan lainnya sirkulasi udara membantu kinerja pengereman dan meningkatkan aaerodinamika kendaraan. Dengan harga yang lebih mahal, apakah velg alloy memiliki kelemahan daripada velg kaleng?

    Baca: Ini Cara Membedakan Velg Replika dan Original 

    Hydraulic Press Channel menjajal kekuatan dua jenis velg ini menggunakan mesin pres hidrolik. Kedua benda ini akan mendapat tekanan lebih dari 10 ton yang akan diperlakukan sama dengan tekanan vertikal dan horizontal. Dalam pengujian tersebut, tak hanya satu buah velg yang dicoba namun beberapa velg untuk memastikan hasil lebih akurat.

    Pengujian ini merupakan simulasi untuk menguji kekuatan seberapa kuat velg mendapat tekanan ekstrim. Hal ini serupa dengan ketika mobil menghajar lubang dengan kecepatan yang cukup kencang.

    Velg alloy menunjukkan bahwa mampu menahan hingga 20 ton kekuatan sebelum akhirnya menyerah. Dalam kondisi dunia nyata, kemungkinan perakitan velg memiliki kekuatan tinggi seperti itu sangat tidak mungkin tetapi juga harus mempertimbangkan fakta bahwa roda mengalami stres kelelahan yang menurunkan batas kegagalan secara signifikan. Tes-tes tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa ketika velg alloy tidak kuat menahan beban secara tiba-tiba hancur berkeping-keping. Kegagalan ini bahkan lebih keras ketika gaya diterapkan dalam arah lateral.

    Baca: Tips Merawat Velg yang Sudah Dicat Ulang pada Sepeda Motor

    Velg kaleng mulai rusak lebih awal daripada velg alloy. velg itu ketika menerima tekanan tidak langsung pecah, namun menyerap energi impact. Jadi dalam kondisi jalan berlubang, velg alloy lebih kaku tetapi velg kaleng yang lebih murah memiliki kemampuan penyerap goncangan yang lebih baik.

    RUSHLANE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.