Transaksi Motor Bekas di Yogyakarta Masih Menggiurkan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan motor bekas dipamerkan di sela peluncuran situs momotor.id di Jogja City Mall Jumat, 14 Desember 2018.Tempo/Pribadi Wicaksono

    Ratusan motor bekas dipamerkan di sela peluncuran situs momotor.id di Jogja City Mall Jumat, 14 Desember 2018.Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Penjualan motor bekas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta masih sangat menggiurkan dan diprediksi terus akan tumbuh.

    Regional Sales Manager PT Adira Finance DIY DIY-Jawa Tengah, Yustina Ernawati mencatat rata-rata dalam satu bulan pihaknya melakukan pembiayaan untuk penjualan 20 ribu unit motor dan mobil baik baru dan bekas di wilayah DIY-Jawa Tengah.

    “Dari jumlah total penjualan itu, pembiayaan untuk motor bekas sendiri rata-rata ada 3.500- 4.000 unit per bulannya,” ujar Erna di sela peluncuran momotor.id di Yogyakarta, Jumat, 14 Desember 2018.

    Baca: Momotor.id Tawarkan Diskon Angsuran Semua Merek Motor Bekas

    Dari transaksi motor bekas itu, Erna menuturkan, rata-rata dalam satu bulan pihaknya mengeluarkan pembiayaan untuk pokok hutang kredit motor bekas senilai Rp 5 miliar lebih. Atau sekitar seperempat dari total pembiayaan bulanan yang dikeluarkan untuk seluruh item motor dan mobil yang nilainya Rp 20 miliar.

    Erna menuturkan, sepanjang tahun 2018 ini paling besar kredit yang dikeluarkan untuk pengambilan kredit motor merek Honda baru. Mencapai 7 ribu unit per bulan. Sedangkan untuk Yamaha berkisar 1.500 unit per bulan dan untuk Suzuki sekitar 200 unit per bulan.

    Erna menambahkan, capaian target pembiayaan kredit motor pihaknya tahun ini di wilayah DIY dan Jawa Tengah relatif menurun dibanding tahun lalu. Penurunan itu berkisar sekitar 5-10 persen dari rekap pembiayaan yang dikeluarkan tiap bulan.  

    Penyebab penurunan itu, ujar Erna ada pergeseran di masyarakat. Misalnya tahun lalu di suatu dealer dari 15 unit motor yang terjual 10 unit dibeli dengan kredit dan 5 unit secara tunai, sekarang terbalik. Konsumen yang membeli motor secara kredit lebih sedikit dibanding yang membeli tunai.

    “Ada peningkatan ekonomi di masyarakat lebih baik, sehingga pembelian tunai memang mulai mendominasi saat ini,” ujarnya.

    Baca: Situs e-Commerce Milik Adira Finance Jamin Tak Jual Motor Bodong

    Namun, pihaknya juga memperkirakan banyaknya pembelian secara tunai karena saat ini perbankan ikut berlomba memberikan kredit dana segar. Sehingga masyarakat yang sudah menjadi nasabah suatu bank mengajukan pinjaman lalu membelikan motor secara tunai.  

    “Pergeseran di masyarakat terjadi dari yang biasa membeli motor bekas pindah ke motor baru, atau yang biasa kredit lalu sekarang beralih ke tunai,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.