Nissan LEAF e+ Terbaru Diluncurkan, Daya Jelajah Bertambah

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nissan LEAF e+ (Nissan Global/Antara)

    Nissan LEAF e+ (Nissan Global/Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Nissan meluncurkan Nissan LEAF e+, dengan menawarkan powertrain baru dengan daya dan jangkauan tambahan.

    Penggunaan nama "e+" mengacu pada peningkatan kepadatan energi dari paket baterai model dan output powertrain yang lebih tinggi. Powertrain baru menambah jangkauan mobil sekitar 40 persen, memastikan bahwa Nissan LEAF hadir untuk memenuhi kebutuhan mengemudi para pelanggan.

    "LEAF e+ lebih dari LEAF, menawarkan lebih banyak pilihan kepada pelanggan dalam hal daya dan jangkauan," ujar Wakil Presiden Eksekutif Nissan Daniele Schillaci, dikutip dari pernyataan resmi di situs Nissan, Rabu, 9 Januari 2019.

    Baca: Nissan Leaf Nismo Dijual di Jepang, Harga Mulai Rp 735,8 Juta

    "Dengan menawarkan kepada pelanggan pilihan powertrain sesuai dengan kebutuhan mereka, Nissan LEAF kini lebih nyaman dan menarik daripada sebelumnya," ujarnya.

    Lebih dari 380.000 kendaraan Nissan LEAF telah terjual secara global sejak pertama kali dijual pada tahun 2010. Dilengkapi dengan teknologi canggih termasuk sistem penggerak semi-otonom ProPILOT dan mode e-Pedal untuk mengemudi satu pedal. 

    Nissan menyebut LEAF memainkan peran penting dalam upaya Nissan untuk mengintegrasikan kendaraan listrik dan sistem energi ke dalam kehidupan pelanggan dengan menciptakan "ekosistem kendaraan listrik." 

    Nissan LEAF e+ dijadwalkan mulai berada di dealer Nissan di Jepang pada akhir Januari 2019. Penjualan di Amerika Serikat diperkirakan akan dimulai pada musim semi 2019, sedangkan penjualan di Eropa akan dimulai pada pertengahan 2019.

    Selanjutnya spesifikasi Nissan LEAF e+


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.