Video Wuling Almaz First Impressions: Bukan SUV Murahan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Almaz saat peluncurkan di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Rabu 23 Januari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Wuling Almaz saat peluncurkan di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Rabu 23 Januari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wuling Motors Indonesia akhirnya merilis SUV perdana mereka, yakni Wuling Almaz. Model ini diperkenalkan di hadapan jurnalis di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, 23 Januari 2019.

    Ini adalah SUV pertama Wuling di Indonesia. Model ini dilengkapi dengan mesin 1.5L turbo, dengan kapasitas 5 penumpang. Siapa saja yang bermain di kelas ini? Nah, SUV dengan mesin 1.5L turbo baru diisi sedikit pemain. Honda CR-V dan DFSK Glory 580 sama-sama menggunakan mesin 1.5L turbo, tapi keduanya menawarkan 7 tempat duduk.

    Dari sisi harga, kemungkinan besar tidak akan jauh dari harga DFSK Glory 580 yang dipasarkan dengan harga termurah Rp 245,9 juta dan termahal Rp 308 juta. Sekarang tinggal menunggu harga dari Wuling Motors Indonesia yang kabarnya akan diumumkan pada akhir Januari 2019. Perkiraan Tempo, harga Wuling Almaz akan ditawarkan di kisaran Rp 300 juta hingga Rp 350 juta.

    Penampilan dasbor Wuling Almaz saat peluncurkan di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Rabu 23 Januari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Bagaimana dengan harga SUV model lain? Toyota Rush dipasarkan dengan harga mulai Rp 243,65 juta hingga Rp 265,05 juta. Harga Daihatsu Terios tak berbeda jauh dengan kembarannya, Toyota Rush. Honda HR-V mulai dari Rp 284,5 juta hinga termahal Rp 400 juta.

    Honda CR-V mulai dari Rp 444,5 juta hingga Rp 518,5 juta. Namun perlu diingat, dari SUV-SUV itu memiliki kapasitas mesin dan tempat duduk yang berbeda. Rush-Terios mengadopsi mesin 1.5L non turbo, Honda HR-V memiliki dua opsi mesin, 1.5L dan 1.8L (dua-duanya non turbo), sedangkan Honda CR-V memiliki dua opsi mesin, 1,5L turbo dan 1.8L non turbo.

    Baca: Beda dengan Baojun 530, Wuling Almaz Siap Tantang Honda CR-V

    Kesan pertama, mobil ini bukan SUV murahan. Meski nanti harganya jauh di bawah SUV sekelas dari pabrikan Jepang. Mengapa? Wuling Almaz dibekali banyak fitur yang melebihi ekspektasi.

    Lalu, fitur apa saja yang melebihi ekspektasi itu?

    Mari kita bedah. Wuling Almaz banyak dibekali dengan fitur-fitur modern. Mulai dari  360 cam, Emergency Stop Signal (ESS), Cruise control, Panoramic sunroof, 2 sensor parkir depan dan 4 sensor parkir belakang, Auto vehicle holding, traction control system, electronic stability control, 4 airbag (dua di depan dan dua di samping kursi depan), pengingat sabuk pengaman, immobilizer, anti thef alarm, start stop button, dan keyless entry.

    Wuling Almaz saat diuji di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, 23 Januari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Mobil ini juga memiliki dua mode mengemudi yakni Eco dan Sport. Jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan, ingin irit pakai Eco Drive Mode atau kalau yang mau agak sedikit kendang dengan Sport Mode Drive.

    Di sektor hiburan, Almaz dilengkapi dengan layar sentuh 10,4 inci dan 9 speaker mewah Infinity by Harman Kardon. Layar 10,4 inci ini menjadi pusat pengendalian beragam fitur seperti pengaturan AC, WulingLink, TPMS, pengaturan kendaraan, serta menampilkan fitur 360 cam saat parkir.

    Keliling Sirkuit Sentul
    Tempo menjajal performa Wuling Almaz keliling Sirkuit Internasional Sentul sebanyak 2 putaran. Masuk ke dalam kabin, injak pedal rem, tekan tombol start di sisi sebelah kiri setir, dan mesin mobil 1.5L turbo menyala dengan halus.

    Kabin Wuling Almaz cukup nyaman dengan jok berlapis semi kulit berkualitas tinggi. Desain jok juga sangat mengakomodir badan dengan nyaman. Sayang, seabrek fitur mewah ini belum diikuti dengan paddle shift dan setir hanya bisa diatur tinggi rendah, belum bisa diatur maju mundur (tilt steering). Akan sangat keren jika suatu saat nanti Wuling menambahkan dua fitur ini Almaz generasi berikutnya.

    Menguji fitur Hill Hold Control pada Wuling Almaz di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, 23 Januari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Paddle shift akan memudahkan pengemudi saat berkendara dengan mode manual. Perpindahan gigi dapat dilakukan dengan mudah melalui sentuhan jari di lingkar kemudi. Pada Almaz ini, mode manual masih dioperasikan dari tuas transmisi yang bisa dibilang sudah ketinggalan zaman dan merepotkan, terutama untuk mereka yang menginginkan sensasi berkendara ala mobil balap.

    Baca: Harga Kompetitif, Wuling Almaz Diyakini Bisa Rebut Pasar SUV

    Saat melaju di sirkuit, kabin Wuling Almaz memiliki tingkat kenyamanan yang baik. Cukup senyap bahkan ketika mobil digeber dengan kecepatan tinggi dan melintasi kerbs yang berlombang.

    Product Planning Wuling Motors Indonesia Danang Wiratmoto menjelaskan bahwa Wuling Almaz menggunakan struktur bodi yang rigid. "55 persen baja high tensile steel untuk memperkokoh sasis," kata Danang sebelum sesi test drive di mulai.

    Wuling Almaz memiliki handling yang cukup baik. Hal ini didukung penggunaan suspensi McPherson strut dengan coil spring (depan) dan model independent trapezoidal multi-link (belakang). Supensi ini cukup ideal, tidak terlalu empuk maupun keras. Kenyamanan ini ditunjang oleh penggunaan ban Continental 215/60 R17.

    Saat Tempo menggeber mobil ini dengan kecepatan tinggi (sekitar 80 kilometer per jam) dengan tantangan cone yang diatur zig zag, mobil cukup stabil dan lincah. Di sinilah fitur traction control system berperan menjaga keseimbangan. Bodi belakang juga tidak membuang atau ban tergelincir saat bermanuver tajam.

    Layar sentuh berukuran 10,4 inci pada Wuling Almaz mampu menampilkan fitur 360 cam dengan lebih jelas. TEMPO/Wawan Priyanto

    Berikutnya adalah menguji sistem pengereman pada Wuling Almaz. Seperti diketahui, Almaz telah dilengkapi dengan perangkat keselamatan yang baik. Di sektor pengereman, ada Anti-lock Braking System, Electronic Brake Force Distribution, dan Brake Assist.

    Pada trek lurus, mobil dipacu dengan kecepatan tinggi, lalu dilakukan pengereman mendadak sekuat tenaga dan jarak sekitar 5 meter mobil harus menghindar ke kiri atau ke kanan. Hasilnya cukup baik, sistem pengereman Almaz bekerja dengan baik tanpa kendala.

    Baca: Buka-bukaan Wuling Almaz, Simak Fitur Unggulannya

    Tantangan berikutnya adalah menikung tajam dengan kecepatan tinggi di tikungan menjelang garis start finish sirkuit. Di sini, peran fitur electronic stability system diuji. Fitur ini membantu menjaga mobil tetap berada di jalur yang tepat saat melaju kencang di tikungan. Meminimalisasi roda belakang maupun depan slip sekalipun di jalanan basah karena hujan.

    Terakhir, menjajal fitur Hill Hold Control. Mobil melintasi rintangan berupa tanjakan terjal, kemudian di-rem hingga berhenti. Saat pedal rem dilepas, mobil tetap berhenti (sekian detik) dan kaki dari pedal rem pindah ke pedal gas hingga mobil berjalan kembali.

    Fitur ini sangat membantu saat mobil menanjak dan berhenti di tengah, pengemudi tak perlu mengaktifkan rem tangan atau takut mobil akan meluncur mundur. Saat menurun, fitur ini juga bekerja dengan baik. Mobil ini juga dilengkapi dengan auto brake hold, seperti rem tangan tapi ini bekerja secara otomatis tanpa perlu mengoperasikan sebuah tombol. Fitur ini sangat efektif saat mobil melaju stop and go di jalanan macet seperti Jakarta.

    Nah, fitur-fitur mutakhir yang seabrek ini apakah akan membuat harga mobil Wuling Almaz mahal? Yang pasti, fitur-fitur mewah ini menggambarkan bahwa Wuling Almaz bukanlah SUV murahan, meski nantinya harganya lebih murah dibanding SUV sekelas buatan Jepang.

    Simak video test drive Wuling Almaz keliling Sirkuit Sentul di bawah ini: 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.