Bupati Ini Diduga Menerima Hummer dan Land Cruiser

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arif Arianto

    TEMPO/Arif Arianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah 2010-2015 dan 2016-2021 Supian Hadi (SH) menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) operasi produksi dari Pemkab Kotawaringin Timur. KPK mengungkapkan, Supian menerima dua mobil SUV mewah jenis Hummer dan Land Cruiser.

    Baca juga: Mewahnya Mobil Bupati Hulu Sungai Tengah dari BMW Hingga Hummer

    "Terkait dengan sejumlah pemberian izin tersebut, diduga SH telah menerima mobil Toyota Land Cruiser senilai Rp710 juta, mobil Hummer H3 seharga Rp1,35 miliar, dan uang sebesar Rp500 juta yang diduga diterima melalui pihak lain," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 1 Februari 2019.

    Berdasarkan bukti permulaan yang cukup, KPK menemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pemberian izin usaha pertambangan terhadap tiga perusahaan di lingkungan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2010-2012.

    Tersangka Supian Hadi selaku Bupati Kotawaringin Timur 2010-2015 diduga telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekomonian.

    "Dalam pemberian izin usaha pertambangan kepada PT FMA (Fajar Mentaya Abadi), PT BI (Billy Indonesia), dan PT AIM (Aries Iron Mining) di Kabupaten Kotawaringin Timur periode 2010-2015," ucap Syarif.

    Diduga, terjadi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya Rp5,8 triliun dan 711 ribu dolar AS yang dihitung dari hasil produksi pertambangan bauksit, kerusakan lingkungan, dan kerugian kehutanan akibat produksi dan kegiatan pertambangan yang dilakukan PT FMA, PT BI, dan PT AIM.

    Sebelumnya, KPK menyita delapan mobil mewah dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Abdul Latif. Ia diduga terlibat kasus korupsi pembangunan RSUD Hulu Sungai Tengah.

    Dari tangan Abdul Latif disita delapan mobil  di antaranya BMW, Lexus, Cadillac, Rubicon, Hummer, dan Vellfire.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.