Ini Alasan Migo e-Bike Disarankan Tak Dipakai Berboncengan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sopan santun dalam menggunakan Migo e-Bike. Sumber: instagram @migoid

    Sopan santun dalam menggunakan Migo e-Bike. Sumber: instagram @migoid

    TEMPO.CO, JakartaMigo e-Bike adalah sepeda bertenaga listrik menjadi solusi untuk perjalanan urban jarak dekat, karena menggabungkan inovasi sepeda listrik dengan teknokogi Internet of Things (IoT). Keuntungan lainnya adalah, dengan menggunakan Migo e-Bike maka dapat mengurangi pencemaran udara yang dihasilkan kendaraan bermotor.

    Baca: Sepeda Listrik Migo e-Bike Dirilis di Jakarta, Ini Kelebihannya

    Sepeda migo ini ramai disewa maklum biayanya terjangkau. "Tarifnya Rp 3 ribu per 30 menit sewa, sejauh ini masih tunai tapi akan dikembangkan untuk berpartner dengan bank, dan kalau misal pakai 45 menit terhitung 60 menit jadi harus membayar Rp 6 ribu," kata Manager Operasional Migo e-Bike Alice Desember lalu.

    Penduduk mengendarai Migo e-Bike saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 30 Desember 2018. Kini telah tersedia 500 unit sepeda listrik memiliki 90 stasiun Migo e-Bike. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Di Jakarta sudah tersedia 90 stastion Migo e-Bike dengan 500 unit sepeda listrik. Stastion tersebut sebagian bersar tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Sementara di Surabaya sudah tersedia 100 station Migo e-Bike dengan 1000 unit sepeda listrik.

    Saat ini sudah banyak pengguna yang menyewa Migo e-Bike. Hanya saja banyak pemakaian yang tidak sesuai, salah satunya dipakai dengan berboncengan. Padahal penyedia menyarankan Migo tidak dipakai berboncengan. "Bonceng anak kecil gpp kak, bobot max 100kg yah kak ," jawab akun instagram resmi Migo @migoid.

    Simak: Begini Cara Sewa Sepeda Listrik Dengan Aplikasi Migo e-Bike

    Selain itu, penyedia Migo menyarankan pengguna menggunakan helm. Hal ini sebagai penunjang keselamatan berkendara. Tak hanya itu, sebaiknya pengguna juga menggunakan jaket untuk melindungi badan dari terpaan angin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.