Desain Porsche Macan Gagah, Tapi Cocok untuk Pengemudi Wanita

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Porsche meluncurkan The New Macan di Halff, Patiunus, Jakarta Selatan, Kamis 28 Maret 2019. Porsche Macan ini menawarkan DNA Porsche 911. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Porsche meluncurkan The New Macan di Halff, Patiunus, Jakarta Selatan, Kamis 28 Maret 2019. Porsche Macan ini menawarkan DNA Porsche 911. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia kembali kedatangan mobil Sport Utility Vehicle (SUV) mewah asal Jerman, Porsche Macan terbaru. Meski merupakan mobil dengan karakter gagah, mobil disebut cocok untuk pengemudi wanita.

    Baca: New Porsche Macan Diklaim Enteng Libas Banjir di Jakarta

    Managing Director Porsche Indonesia, Christoph Choi, disela-sela peluncuran The New Macan, mengatakan mobil cocok untuk orang yang sudah berkeluarga dan anak muda bahkan wanita.

    Menurutnya, Porsche Macan terbaru merupakan mobil SUV yang menyasar pada semua kalangan di Indonesia. "Pasar Macan itu terutama ke keluarga, pengemudi wanita, dan anak muda. Jadi itu adalah sasaran khusus untuk Macan," ujar Christoph kepada wartawan.

    "Jadi saya rasa Macan merupakan mobil yang sangat cocok untuk Indonesia," tambahnya.

    The New Macan juga hadir dengan beberapa pengembangan dan ubahan. Desain yang lebih tajam, kenyamanan, konektivitas, dan dinamika berkendara. Mencakup tampilan yang berbeda degan asupan udara di sentral besar di bagian depan.

    Lampu belakang dengan cahaya tiga dimensi dan strip lampu belakang kontinu baru dengan huruf PORSCHE tiga dimensi yang terintegrasi.

    Baca: Porsche Siap Bawa Mobil Listrik ke Indonesia, Tapi..

    Inovasi yang paling mencolok di dalam mobil termasuk layar sentuh 10,9 inci dari Porsche Communication Managment (PCM) baru, ventilasi udara yang dirancang ulang dan diposisikan kembali, serta kemudi sport GT yang akrab dengan model 911.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.