Mobil Esemka Bima Masuk Segmen Gemuk, Ini Peta Persaingannya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Esemka jenis pikap terparkir rapi di halaman PT Solo Manufaktur Kreasi, pabrik mobil Esemka, di Boyolali, 2 April 2019. TEMPO/Dinda Leo Listry

    Mobil Esemka jenis pikap terparkir rapi di halaman PT Solo Manufaktur Kreasi, pabrik mobil Esemka, di Boyolali, 2 April 2019. TEMPO/Dinda Leo Listry

    TEMPO.CO, JakartaMobil Esemka model kendaraan niaga ringan yakni pikap Bima 1.2 bermesin 1.243cc dan Bima 1.3 bermesin 1.298cc kabarnya sudah mulai dipasarkan kendati belum ada informasi resmi terkait spesifikasinya. Model ini sudah lolos uji tipe di Kementerian Perhubungan RI.

    Pabrik Mobil Esemka di Boyolali berdasarkan pantauan Tempo.co beberapa waktu juga sudah memproduksi kendaraan niaga ringan (pikap) yang diperkirakan Esemka Bima. 

    Pasar kendaraan niaga, khususnya pikap yang diprediksi akan terus berkembang agaknya menjadi alasan kenapa dua model tersebut yang mulai dipasarkan tahun ini oleh Esemka.

    Baca: 11 Model Mobil Esemka Dinyatakan Lolos Uji Tipe

    Kendati demikian, bila dilihat dari kubikasi mesinnya, Bima akan menghadapi persaingan berat di pasar pikap lantaran sebagian besar kompetitor menggunakan mesin di atas 1.500 cc.

    Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mencatat model pikap dengan mesin di bawah 1.500 cc hanya beberapa model yakni Daihatsu Grand Max, Tata Super Ace, dan Tata Ace. Adapun 2 pemimpin pasar pikap yakni Suzuki Carry dan Mitsubishi L300 masing-masing bermesin 1.500 cc dan 2.500 cc.

    Pada Januari hingga Maret 2019, penjualan Suzuki Carry mencapai 9.494 unit, sedangkan penjualan Mitsubishi L300 mencapai 7.464 unit. Carry memimpin pasar dengan kontribusi 28,8 persen dari total penjualan pikap 32.935 unit. Mitusbishi L300 berada di bawahnya dengan pangsa 22,6 persen.

    Baca: Jokowi Berjanji Resmikan Mobil Esemka Jika Produknya Terealisasi

    4W Deputy Managing Director Suzuki Indomobil Sales (SIS) Setiawan Surya sebelumnya mengatakan bahwa pasar kendaraan niaga termasuk pikap akan terus tumbuh seiring dengan perkembangan ekonomi dan infrastruktur.

    "Kami masih optimis karena pikap itu salah satu indikator putaran ekonomi. Kalau kendaraan penumpang, orang bisa menahan beli, kalau pikap orang enggak mungkin beli untuk jalan-jalan. Mudah-mudahan ke depan ekonomi tetap tumbuh, politik aman, sehingga tumbuh," ujarnya kepada Bisnis.

    Baca: Logo Pabrik Mobil Esemka Dicat Ulang, Tanda Segera Diresmikan?

    Sementa itu, informasi yang dihimpun Tempo.co dari warga sekitar pabrik beberapa waktu lalu memperkirakan pabrik mobil Esemka (PT Solo Manufaktur Kreasi) akan diresmikan setelah Pemilihan Umum Presiden 2019 (Pilpres 2019). 

    BISNIS | DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.