Wuling Almaz Laris, Honda CR-V Diklaim Belum Terganggu

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua mobil All New Honda CR-V Turbo dikendarai melintasi laut pasir saat Media Test Drive di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, 20 Juli 2017. Mobil generasi kelima ini memiliki mesin 1,5 liter VTEC Turbo dengan dua pilihan yaitu 1,5 liter turbo dan 1,5 liter turbo Prestige. ANTARA FOTO

    Dua mobil All New Honda CR-V Turbo dikendarai melintasi laut pasir saat Media Test Drive di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, 20 Juli 2017. Mobil generasi kelima ini memiliki mesin 1,5 liter VTEC Turbo dengan dua pilihan yaitu 1,5 liter turbo dan 1,5 liter turbo Prestige. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Semarang - Segmen Sport Utility Vehicle (SUV) medium bertambah meriah dengan diluncurkannya Wuling Almaz beberapa waktu lalu. Model ini langsung berhadapan dengan pemain lama seperti Honda CR-V dan Nissan X-Trail yang sama memiliki kapasitas 7 tempat duduk. Model ini juga bersaing dengan Mazda CX-5, DFSK Glory 580, dan Hyundai Tucson.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada penjualan (wholesales) Maret 2019, Wuling Almaz tercatat sebagai model terlaris dengan penjualan 397 unit. Honda CR-V yang selama ini melenggang di puncak terlaris laku 270 unit. Ketiga adalah Mazda CX-5 (159 unit), disusul DFSK Glory 580 (53 unit), Nissan X-Trail (43 unit), dan Hyundai Tucson (9 unit).

    Angka penjualan di bulan Maret ini sedikit menurun dibanding penjualan di Februari 2019. Saat itu, Wuling Almaz laku 568 unit, Honda CR-V (534 unit), Mazda CX-5 (128 unit), Nissan X-Trail (45 unit), dan Hyundai Tucson (11 unit).

    Baca: Honda CR-V Turbo Meluncur, Ini Tiga Kelebihannya

    Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy menilai penjualan Wuling Almaz belum mengganggu Honda CR-V. "Saya rasa segmennya berbeda. Jadi belum mengganggu (penjualan) Honda CR-V," kata Jonfis di sela-sela New Honda BR-V Media Test Drive di Jepara, Jawa Tengah, Kamis malam, 2 Mei 2019.

    Wuling Almaz, Wuling Confero S ACT, dan Wuling Cortez Turbo menjadi bintang booth Wuling di IIMS 2019. 27 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Jonfis mengklaim konsumen Honda CR-V selama ini merupakan konsumen loyal yang masuk ke dalam segmen trend seeker. Artinya, lanjut dia, konsumen ini membeli mobil saat datang produk terbaru. "Ini segmen yang terus kami jaga, juga berlaku untuk Honda BR-V terbaru dan produk Honda lainnya," ujarnya.

    Jonfis optimistis pasar SUV di Indonesia akan terus tumbuh dengan baik. Ia yakin Honda CR-V, Honda HR-V, adn Honda BR-V mampu memberikan kontribusi penjualan yang baik sepanjang tahun ini. "Pasar SUV masih akan tumbuh dengan baik, potensinya besar. Sekitar 15 persen dari total market (1,1 juta unit)," katanya. 

    Brand Manager Wuling Motors Indonesia Dian Ashamahani dalam beberapa kesempatan menuturkan bahwa Wuling Almaz mendapatkan respons yang positif dari masyarakat.Dian Ashmahani, mengklaim bahwa pengunjung booth Wuling Motors tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Dia menyebut, tiga produk terbaru yakni Wuling Almaz, Wuling Cortez Turbo (Cortez CT), dan Wuling Confero S ACT menjadi daya tarik pengunjung. 

    Baca: Wuling SUV Akan Pakai Mesin 1,5 L Turbo Lawan Honda CR-V

    "Untuk data SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) data pasti belum masuk. Harus diverifikasi dulu. Tapi bisa saya informasikanb ahwa Wuling Almaz dan Cortez CT paling banyak dipesan pengunjung," kata Dian kepada Tempo, Senin, 29 April 2019. 

    Menurut Dian, antusiasme pengunjung terhadap produk Wuling juga dapat dilihat dari jumlah pengunjung yang melakukan test drive. "Hingga Minggu 28 April 2019, total 925 pengunjung test drive mobil Wuling di IIMS 2019," ujarnya. "Sejak diluncurkan pada Februari 2019 hingga sekarang pemesanan (Surat Pemesanan Kendaraan/SPK) Wuling Almaz sudah lebih dari 2.000 unit," ujarnya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.