Penjualan Hino Januari-April 2019 10.528 Unit, Truk Ranger Laris

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • New Hino Dutro dan New Hino Ranger siap menggunakan B20. 5 September 2018.  (Hino)

    New Hino Dutro dan New Hino Ranger siap menggunakan B20. 5 September 2018. (Hino)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) periode Januari hingga April 2019 berhasil membukukan 10.528 unit. Terdiri dari heavy duty truck 42 unit, medium duty truck 6.077 unit, dan light duty truck 4.409 unit.

    Sementara berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), untuk pasar kendaraan komersial periode Januari - April 2019 tercatat 30.855 unit atau turun 16 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, hasil market share Hino tetap terjaga di kondisi pasar yang menurun.

    Baca juga: Tak Ada Produk Baru di 2019, Hino Sematkan 3 Fitur Canggih

    Hino Ranger masih menjadi ujung tombak dengan market share 62,46 persen sekaligus mengukuhkan posisi market leader dalam 19 tahun terakhir. Di segmen light duty truck, Hino menguasai pasar 21 persen dan terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya.

    Berikut adalah beberapa model yang menyumbangkan penjualan terbesar selama periode Januari hingga April 2019. Segmen kargo truk 6x2 Hino Ranger FL 235 JW berkontribusi sebanyak 27 persen atau 1.661 unit, segmen konstruksi dan pertambangan truk 6x4 Hino Ranger FM 260 JD 27 persen atau 1.616 unit.

    Baca juga: Penjualan Hino 2018 Naik 12 Persen, New Ranger Jadi Jagoannya

    Di kelas truk ringan, Hino Dutro 130 HD menjadi yang paling dominan dengan kontribusi 61 persen atau 2.709 unit, truk yang sering digunakan di segmen konstruksi, perkebunan, dan galian pasir.

    Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, Santiko Wardoyo mengatakan, best fit product bagi konsumen menjadi kunci kami dalam memberikan pelayanan terbaik. "Kami terus semaksimal mungkin memberikan nilai lebih bagi konsumen Hino sehingga produk kami terus dipercaya sebagai rekan bisnis," ujarnya di Jakarta Kamis, 23 Mei 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.