Mitsubishi Akan Buka Dua Dealer Lagi di Tangerang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Director of PT Nusantara Berlian Motor; Joe Surya - President Director of PT Nusantara Berlian Motor; Michimasa Kono - Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI; Eiichiro Hamazaki - Director of After Sales Division PT MMKSI; Setia Hariadi - Head of 3S Network Development Dept. PT MMKSI. Sumber: Antara

    Director of PT Nusantara Berlian Motor; Joe Surya - President Director of PT Nusantara Berlian Motor; Michimasa Kono - Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI; Eiichiro Hamazaki - Director of After Sales Division PT MMKSI; Setia Hariadi - Head of 3S Network Development Dept. PT MMKSI. Sumber: Antara

    TEMPO.CO, Tangerang - Head of 3S Network Development Department PT MMKSI, Setia Hariadi, mengatakan perusahaannya akan membangun dealer di dua lokasi di Tangerang, Banten.

    "Yaitu di  area Bandara Soekarno - Hatta dan Lippo Karawaci, tidak lama lagi akan kami tunjuk pemainnya dan akan dibangun di area tersebut, kira-kira begitu," ungkapnya usai peresmian dealer Nusantara Berlian Motor di Jalan MH Thamrin 9, Cikokol, Tangerang.

    Menurut Setia, Tangerang itu areanya sangat cantik dan luas. Mulai dari Tangerang Selatan, Kota Tangerang , dan Kabupaten Tangerang.

    "Saat ini di Tangerang Selatan kami punya lima dealer, yaitu di Ciputat, Bintaro, BSD dan Alam Sutera, Pondok Cabe," kata Setia.

    Selain di Tangerang Selatan, lanjut Setia, dealer Mitsubishi ada Kota Tangerang sebanyak tiga lokasi, yakni di Ciledug, Cipondoh dan Cikokol. Kabupaten Tangerang ada satu, yaitu di Citra Raya dan Cikupa.

    Sebelumnya PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia meresmikan dealer kendaraan penumpang di Jalan MH Thamrin 9, Cikokol, Tangerang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.