Bos Piaggio Pastikan Vespa Elettrica Akan Masuk ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vespa Elettrica.Sumber: motorcycle.com

    Vespa Elettrica.Sumber: motorcycle.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Piaggio Indonesia Kembali menegaskan komitmennya untuk mendatangkan skuter vespa listrik ke Indonesia. Namun, Piaggio masih mempertimbangkan sejumlah aspek penunjang sebelum memasarkan Vespa Elettrica yang kini tengah bergairah di pasar Eropa tersebut.

    Baca Juga: Torsi Badak, Teknologi Baterai Vespa Elettrica Tahan 10 Tahun

    "Kami persiapkan dulu segala sesuatunya sampai semuanya benar-benar siap. Pasti akan kita bawa ke Indonesia. Tinggal tunggu momen, tunggu saja," ujar Presiden PT Piaggio Indonesia, Marco Noto La Diega saat ditemui di sela-sela acara peluncuran Vespa GTS Super 150 di kawasan Jakarta Selatan, Rabu 26 Juni 2019.

    Vespa Elettrica. Sumber: motorcycle.com

    Marco menegaskan bahwa saat ini Vespa Elettrica memang sangat laris di pasar otomotif Eropa. Kendati demikian, hal itu tidak serta-merta bisa diteruskan ke pasar otomotif di Indonesia. Marco mengaku masih mempelajari bagaimana pasar skuter listrik Asia dan Indonesia pada khususnya. Termasuk soal regulasi. "Betul, tentu saja kami akan mempelajari regulasi soal motor elektrik di sini,"ujarnya.

    Vespa Elettrica sendiri telah diperkenalka di Eropa pada pertengahan 2018 lalu. Vespa Elettrica ditawarkan dalam dua varian yaitu versi standar dengan jangkauan kisaran 100 kilometer dan Elettrica X dengan kisaran lebih dari 200 kilometer.

    Baca Juga: Tenaga Vespa GTS Ini Mampu Taklukkan Motorsport 150cc

    Vespa Elettrica hadir dengan motor listrik yang ditenagai oleh baterai Litium-ion 4.2 kWh yang menghasilkan daya maksimum 4 kWh (5,4 bhp) dan torsi puncak 200 Nm. Untuk harga, motor ini dibanderol pada kisaran US$ 7.276 USD atau sekitar Rp104 jutaan di pasar Eropa. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.