Alasan Peugeot Memilih Menggunakan Mesin 1,6 Liter pada 5008

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peugeot meluncurkan SUV baru dengan kapasitas 7 penumpang. Mobil ini ditawarkan dengan harga Rp 820 juta.

    Peugeot meluncurkan SUV baru dengan kapasitas 7 penumpang. Mobil ini ditawarkan dengan harga Rp 820 juta.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra International Tbk - Peugeot Sales Operation menghadirkan sosok SUV Mewah 5008 dengan kapasitas penumpang 7 orang. Dengan kapasitas yang cukup lega, mobil asal Prancis ini menggendong mesin 1,6 liter. Peugeot membanderol mobil ini dengan harga Rp 820 juta.

    Baca Juga: Peugeot Hadirkan 5008 SUV Mewah 7 Kursi, Simak Keunggulannya

    Chief Executive Astra Peugeot Rokky Irvayandi angkat suara soal penggunaan mesin 1,6 liter dibandingkan opsi mesin lain 1,2 liter yang sebenarnya bisa menekan harga. "Soal image kapasitas mesin masih sangat penting di sini (pasar Indonesia). Berdasarkan survei kami, kebanyakan konsumen memilih kapasitas 1,6 liter dibandingkan 1,2 liter," katanya saat peluncuran 5008 di Astra Biz Center, Kamis 27 Juni 2018.

    New Peugeot 5008 SUV yang masuk Indonesia menggunakan mesin EP6FDTM. Mesin ini sudah menggunakan turbo 16 katup VVT, berkapasitas murni 1,598 cc yang mampu menyemburkan tenaga hingga 165 dk pada 6.000 rpm dengan torsi 240 Nm pada 1.400 rpm.

    Mesin ini merupakan mesin yang efisien dan ekonomis dengan emisi CO2 yang rendah yaitu konsumsi bahan bakar 5,8 liter/100 kilometer dengan 133 gram/km CO2 dan telah memenuhi standar Euro6.

    Baca Juga: Target Penjualan 2018 Naik,Peugeot Akan Genjot SUV

    Ia mengungkapkan dengan mesin 1,6 memberikan performa memadai. Apalagi Peugeot 5008 memiliki dimensi bongsor sehingga perlu tenaga besar. "Tapi meski tenaga lebih besar namun konsumsi bahan bakar irit," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.