10 Mobil Terlaris Mei 2019: Toyota Rush Salip Mitsubishi Xpander

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengetesan New Toyota Avanza di Candi Borobudur, Magelang, Rabu 27 Februari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Pengetesan New Toyota Avanza di Candi Borobudur, Magelang, Rabu 27 Februari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gabungan Industri Kendraraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo baru saja merilis data penjualan mobil (wholesales) pada bulan Mei 2019. Toyota Avanza menjadi mobil terlaris. Sedangkan Mitsubishi Xpander disalip Toyota Rush, sementara Suzuki Ertiga menyusut.

    Berikut 10 mobil terlaris pada bulan Mei 2019.

    1. Toyota Avanza
    Mobil sejuta ummat ini sejatinya mengalami penurunan namun tetap memimpin penjualan dengan angka 7.362 unit. Sebelumnya mobil ini tembus 9.104 unit pada bulan April.

    2. Toyota Rush
    Toyota Rush laku sebanyak 6.311 unit pada bulan April. Angka ini meingkat dari bulan sebelumnya yakni 5.474 unit. Rush juga berhasil menggeser posisi Daihatsu Sigra yang menjadi pesaing terdekat Avanza bulan April 2019.

    Baca juga: 10 Mobil Terlaris di Indonesia Februari 2019, Avanza Teratas

    3. Mitsubishi Xpander
    Mobil yang tengah naik daun ini terjual sebanyak 5.101 unit. Meningkat lebih baik dari bulan April dimana yang terjual hanya 3.572 unit. Meski demikian, kembaran All New Livina ini belum mampu mengalahkan rekor terbaiknya pada bulan Maret yang mampu mencapai 8.115 unit.

    4. Daihatsu Sigra
    Mobil LCGC ini berada di peringkat keempat namun sejatinya mengalami penurunan dibandingkan dua bulan terakhir. Sigra pada Mei ini hanya mampu terjual sebanyak 4.957 unit padahal bulan April, mobil tujuh penumpang ini berhasil menembus angka 6.317 dan selalau bersaing di lima besar mobil terlaris.

    5. Honda Brio Satya
    Mobil LCGC dari Honda ini juga mengalami tren positif karena berhasil mengalami peningkatan meskipun tidak signifikan. Pada bulan Mei, Brio Satya terual sebayak 4.030 unit atau lebih tingi dari bulan April sebanya 3.650 unit.

    Baca juga: Toyota Rajai Penjualan Mobil Januari 2019, Mitsubishi Kedua

    6. Toyota Kijang Innova
    Mobil MVP dari Toyota ini mengalami penurunan meski tidak drastis. Sebab pada bulan sebelumnya atau bulan April terjual 4.365 unit sedangkan pada bulan Mei ini hanya terjual 3.916 unit.

    7. Toyota Calya
    Mobil Toyota pesaing Sigra ini terbilang cukup stagnan. Meski mengalami peningkatan namun tidak begitu signifikan dari 3.449 unit pada bulan April naik menjad 3.877 unit pada Mei.

    8. Toyota Agya
    Agya juga mengalami tren penginkatan meski tidak signifikan. Dari 2.274 unit pada bulan April naik mejadi 2.455 unit per Mei 2019. Agya berhasil menyalip posisi kembarannya Daihatsu Ayla dari peringkat ke delapan mobil terlaris di Indonesia.

    9. Suzuki Ertiga
    Satu-satunya mobil pabrikan Suzuki yang masuk 10 besar terlaris adalah Ertiga. Sayangnya Mobil ini mengalami tren penurunan tiap bulannya. Sejak maret Ertiga selalu menyusut. Pada bulan Maret misalnya hanya terjual 2.898 unit kemudian lanjut ke bulan April terjual sebanyak 2.582 unit, dan terakhir pada Mei total sebanyak 2.338 unit. Menarik ditunggu pada bulan Juni apakah semakin terjun bebas atau tetap bertahan di 10 besar.

    10. Daihatsu Ayla
    Ayla hanya bertukar posisi dengan saudara kembarnnya Toyota Agya. Sebelumnya Ayla berttengger di peringkat kedelapan yang saat ini ditempati Agya. Adapun angka penjualan relatif stagnan bahkan cencderung menurun. Pada bulan Mei total ada 2. 222 unit lebih sedikit dari April yang mencapai 2.625 unit dan bulan Maret 2.630 unit.

    Perlu digarisbawahi bahwa data dari Gaikindo ini adalah data whosales yaitu pengiriman mobil dari gudang ke dealer sehingga bukan representansi penjualan mobil yang riil. Penjualan untuk mobil komersial juga belum dihitung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.