Mobil Listrik Tesla Model 3 Pangkas Harga Jadi Rp 542,8 Juta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tesla Model 3 diperlihatkan pertama kali di depan sebuah pabrik jelang diserahkan kepada pembeli pertamanya di California, AS, 28 Juli 2017. Mobil terbaru dari Tesla ini, Model 3 telah diserahterimakan kepada 30 pembeli pertamanya. REUTERS

    Tesla Model 3 diperlihatkan pertama kali di depan sebuah pabrik jelang diserahkan kepada pembeli pertamanya di California, AS, 28 Juli 2017. Mobil terbaru dari Tesla ini, Model 3 telah diserahterimakan kepada 30 pembeli pertamanya. REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaTesla Inc melakukan penyesuaian harga jual pada sejumlah produk mobil listriknya, setelah mencetak rekor pemesanan pada kuartal kedua 2019 sebanyak 95.200 unit, naik 51 persen dari triwulan sebelumnya.

    Pabrikan mobil listrik itu menurunkan harga jual sedan Model 3 tipe Long Range dari 39.315 dolar AS (Rp547,3 juta) menjadi 38.990 dolar (Rp542,8 juta).

    "Kami juga menyesuaikan harga agar lebih terjangkau oleh konsumen," kata Tesla dalam sebuah pernyataan dilansir Reuters, Selasa, 16 Juli 2019.

    Selain menyesuaikan harga, Tesla juga membatasi pembelian model Long Range kemudian mengarahkan konsumen ke varian Performance dengan harga jual yang lebih mahal.

    "Untuk menyederhanakan pembelian kendaraan, kami menyusun ulang jajaran kendaraan global kami dan merampingkan paket yang ditawarkan untuk Model S, Model X dan Model 3," kata Tesla

    Tesla Model S yang semula harganya 70.115 dolar AS (Rp975 juta) untuk model Long Range, naik menjadi 79.990 dolar AS (Rp1,11 miliar).

    Sedangkan Tesla Model X menjadi 84.990 dolar AS (Rp1,18 miliar) dari harga sebelumnya sekitar 75.300 dolar (Rp1,04 miliar). Harga itu belum termasuk insentif pajak kendaraan ramah lingkungan yang diterapkan di sejumlah negara.

    Awal bulan ini, Tesla merilis data penjualan yang naik 51 persen pada kuartal kedua 2019 menjadi 95.200 kendaraan. Sedan Model 3 menjadi kontributor penjualan tertinggi dengan menyumbang 80 persen dari total penjualan.

    Antara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.