Mitsubishi Fuso Fighter Ditargetkan 400 Unit per Bulan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MVarian baru itsubishi Fuso Super Long diluncurkan di GIIAS 2019. 18 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    MVarian baru itsubishi Fuso Super Long diluncurkan di GIIAS 2019. 18 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mengatakan tidak ada target khusus penjualan selama pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019 di ICE, BSD City, Tangerang, 18-28 Juli 2019. Meski demikian KTB mencanangkan target total penjualan truk Fighter selama semester ke dua sebanyak 350-400 unit per bulan selama satu tahun.

    "Dari semester ke dua sejak peluncuran total penjualannya sudah 450 unit, tipe 6x4 yang paling banyak dibeli, biasanya untuk sektor tambang dan konstruksi, demand-nya juga mau yang spek panjang," kata Direktur Penjualan dan Pemasaran PT KTB Duljatmono, Senin 22 Juli 2019.

    Menurut pria yang akrab disapa Momon ini mengatakan bahwa pasar di kelas truk medium naik, ia mengatakan secara kontribusi nasional naik dan pasar truk medium saat ini mencapai 25 persen.

    "Faktor naik karena mungkin efisiensi dan terutama terkait pembangunan infrastruktur. Mungkin mereka ingin yang daya angkutnya secara lebih besar, karena sejak pembangunan infrastruktur demandnya naik terus," ungkapnya.

    Sebelumnya pada awal tahun 2019 bulan Januari lalu, sembilan varian Fighter diluncurkan dan saat ini enam varian baru kembali dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia.

    Enam varian baru yang diluncurkan di GIIAS 2019 yaitu FM 65FM (4x2), FM 65 FM Higear (4x2), FM 65FSL (4x2), FM 65 FSL Higear (4x2), FN 61 FL (6x2), FN 62FL HD (6x4).

    Varian baru ini memiliki variasi chassis panjang, medium, hingga super panjang, dapat mengangkut lebih banyak muatan dengan G.V.W mulai dari 16 hingga 26 ton.

    Dengan panjang chassis cab to end 6.6m hingga 9.8m, serta wheel base 5m hingga 7.1m memungkinkan konsumen membawa kapasitas lebih banyak dalam sekali angkut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.