GIIAS 2019: Roof Box Ditawarkan Mulai Rp 5 Juta, Ada Diskon

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Roofbox. (roofbox.co.uk)

    Ilustrasi Roofbox. (roofbox.co.uk)

    TEMPO.CO, JakartaRoof box memiliki fungsi untuk membawa barang bawaan di atap ketika bagasi telah penuh. Roof box sangat digemari para penyuka turing dan menjadi barang yang laris saat menjelang mudik. Di ajang GIIAS 2019, banyak pengunjung yang memadati salah satu booth Roof Box.

    "Sudah puluhan yang terjual, baik itu rak dengan crossbar, atau raknya saja atau ada yang membeli crossbarnya saja," kata Sosial Media Officer Otoproject, Xena Zitni, Jumat 26 Juli 2019.

    Menurut Xena, harga Otorack yang ditawarkan dari harga Rp 5 juta hingga Rp 8 juta dengan kapasitas mulai dari 360 sampai 650 liter. "Untuk daya angkut, kekuatan Otorack ini sampai 100 kilogram. Ini untuk semua jenis mobil hanya saja crossbar yang berbeda- beda tergantung jenis mobilnya," ujarnya.

    Pemasangan Otorack ini, kata Xena sangat mudah, apabila pengunjung ada yang membeli nantinya rak akan dikirim kerumah dan bisa dipasang dirumah.

    "Pemasangannya mudah sekali, customer pasti bisa memasangnya dirumah, atau bisa dipasang dengan bengkel rekanan kita, biasanya ini untuk pulang kampung dan touring biar bisa membawa barang lebih banyak," ungkapnya.

    Untuk pembelian Otorack, lanjut Xena, apabila pengunjung membili paketan rak dengan crossbar mendapatkan potongan harga 10+5 persen, dan bila membeli salah satu hanya mendapat potongan harga 10 persen selama pameran GIIAS berlangsung.

    Anton, salah seorang pengunjung mengatakan sengaja ia datang dari Balaraja, Tangerang memang untuk berburu Roof box untuk mobil Daihatsu All New Terios miliknya.

    "Saya sering keluar kota, jalan- jalan sama keluarga, kalau ada roof box ini lumayan untuk menampung barang agar di dalam mobil tidak sempit," ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.