Tokyo Motor Show 2019 Akan Dipenuhi dengan Teknologi Masa Depan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Open Road merupakan area baru yang dibuka untuk umum di Tokyo Motor Show 2019. (Tokyo Motor Show)

    Open Road merupakan area baru yang dibuka untuk umum di Tokyo Motor Show 2019. (Tokyo Motor Show)

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi manufaktur otomotif Jepang (JAMA) akan menggelar pameran Tokyo Motor Show 2019 selama 12 hari pada 24 Oktober hingga 4 November di Tokyo Big Sight, dengan tema "Open Future" guna menunjukkan teknologi mobilitas masa depan.

    "Konsep 'Open Future' secara jelas menggambarkan ruang lingkup mobilitas baru yang menarik dan menyenangkan untuk dikendarai penggunanya. Acara tahun ini akan menunjukkan potensi masa depan yang selalu berkembang," demikian pernyataan tertulis Tokyo Motor Show, Selasa, 30 Juli 2019.

    Pameran dua tahunan yang memasuki gelaran ke-47 itu akan melibatkan 186 perusahaan dari tujuh negara di seluruh dunia. Sedangkan tema "Open Future" merepresentasikan kemungkinan yang terus berkembang terkait teknologi masa depan.

    Area Open Road di Tokyo Motor Show 2019. (Tokyo Motor Show)

    Bukan hanya parade mobil-mobil terbaru, pameran itu juga menjanjikan edukasi terkait integrasi teknologi masa depan dalam kehidupan sehari-hari serta berbagai panggung hiburan khas otomotif.

    Pengunjung dapat menikmati kemeriahan pameran dan teknologi pada jalanan terbuka sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan Area Ariake dan Aomi, serta berkesempatan menjajal sepeda motor dan mobil terbaru di arena "Drive Park".

    Di pameran otomotif Tokyo Motor Show ini juga digelar kompetisi modifikasi untuk kendaraan kustom maupun racing dan gelaran "Future Expo" yang melibatkan perwakilan pemerintah Jepang bersama sejumlah perusahaan teknologi besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.