Jaguar I-Pace Akan Masuk ke Indonesia, Ini Segmen yang Disasar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - PT Wahana Auto Ekamarga, distributor resmi Land Rover dan Jaguar, bakal mendatangkan mobil listrik Jaguar I-Pace pada tahun ini. Direktur Merek Jaguar dan Land Rover Indonesia Jetri Izhan mengatakan, Jaguar dan Land Rover telah siap untuk era kendaraan listrik. Komitmen Jaguar misalnya nampak dalam keikutsertaannya pada ajang Formula E.

    “Untuk pasar Indonesia kami sedang siapkan I-Pace, kami juga sedang melakukan pelatihan untuk teknisi, bengkel supaya nanti siap melayani mobil listrik,” ujarnya di sela-sela peluncuran All New Land Rover Evoque di Jakarta akhir pekan lalu.

    Jetri menyebutkan, proses mendatangkan I-Pace sedang dilakukan sambil terus melihat perkembangan regulasi yang tengah disiapkan pemerintah. Kehadiran regulasi kendaraan listrik, katanya, akan membuat ekosistem kendaraan listrik berkembang di Tanah Air.

    Menurutnya, regulasi akan membantu konsumen karena bakal memiliki kendaraan listrik dengan harga lebih kompetitif. Sejauh ini, katanya, Jaguar Land Rover belum memiliki rencana untuk melakukan perakitan kendaraan secara lokal.

    “Perakitan lokal akan mendukung industri lokal, tapi kami sejauh ini belum ada omongan ke arah sana,” paparnya.

    Khusus untuk kawasan Asean, Jaguar I-Pace telah dipasarkan di Singapura. I-Pace diklaim, mampu menempuh 350 km hingga 450 km dalam sekali pengisian daya.

    Sebelumnya, Jentri mengatakan, telah banyak calon konsumen yang bertanya perihal I-Pace khususnya penggemar Jaguar. Mobil listrik katanya menyasar konsumen yang melek teknologi sekaligus memiliki kemampuan daya beli.

    “Segmentasi usia konsumen I-Pace dari sisi teknologi adalah 25 tahun karena melek teknologi. Namun, kemampuan daya beli mereka tentu lain cerita,” katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.