Menperin: Baterai Mobil Listrik Harus Dibuat di Dalam Negeri

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Colokan isi daya mobil listrik DFSK Glory E3 untuk pengisian standar melalui saluran listrik di rumah. 5 Agustus 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Colokan isi daya mobil listrik DFSK Glory E3 untuk pengisian standar melalui saluran listrik di rumah. 5 Agustus 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai pertanyaan muncul ketika era mobil listrik masuk ke Indonesia. Apalagi Peraturan Presiden (Perpres) mobil listrik telah diteken Presiden RI Joko Widodo. Salah satu pertanyaannya adalah tentang baterai mobil listrik. Pertanyaan tersebut muncul karena baterai merupakan komponen inti dalam kendaraan listrik.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa untuk baterai listrik untuk kendaraan yang ada di Indonesia harus dibuat lokal.

    Karena menurutnya meski saat ini belum ada yang memproduksi baterai mobil listrik, Indonesia dianggap punya sumber dan kemampuan untuk membuat baterai secara lokal. Ditambah ongkos yang tidak sedikit ketiak impor baterai dari luar negeri.

    "Kalau baterai harus dibikin di dalam negeri karena apa? karena baterai itu berat, gotong-gotong baterai itu berat, dan ongkosnya tinggi, jadi seluruh indsutri mobil listrik, baterai itu harus dibuat lokal," ujarnya Airlangga kepada wartawan, di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa 13 Agustus 2019.

    Namun kata Airlangga, bukan berarti produksi mobil listrik menunggu kesiapan produksi baterai. Karena keduanya saling berhubungan antara baterai dengan mobilnya.

    "Bareng, karena kalau ada baterai harus ada mobil, kalau ada mobil harus ada baterai," katanya.

    Selain itu Airlangga juga menjelaskan ada beberapa komponen penting untuk mobil listrik yang masih harus diimpor dari luar negeri, yakni baterai, dan powertrain.

    "Yang diimpor dari luar untuk mobil listrik itu baterai, kemudian powertrain, kemudian motor dalam powetrain ada komputer dan motor. Nah itu tiga itu belum dibikin di sini," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.