Libatkan ITB, AMMDes Akan Hadir dengan Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Modifikasi AMMDes mejeng dalam gelaran Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 pada Sabtu, 17 November 2018 di Balai Kartini, Jakarta. TEMPO/Wisnu Andebar

    Modifikasi AMMDes mejeng dalam gelaran Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 pada Sabtu, 17 November 2018 di Balai Kartini, Jakarta. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) tak mau kalah mengikuti tren mobil listrik dengan mengembangkan Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) listrik bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat ini, AMMDes masih mengandalkan mesin bensin berkapasitas 600cc. Ke depan, AMMDes mengandalkan motor listrik dengan kapasitas baterai 12 volt yang mampu melaju sejauh 25 kilometer

    Ketua Tim Mobil Listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi mengatakan, e-AMMDes diarahkan untuk mobil pedesaan sehingga dirancang sesuai kebutuhan di desa. e-AMMDes menggunakan sumber tenaga dari baterai yang dapat diisi melalui colokan listrik PLN dan genset. "Menggunakan teknologi listrik untuk drive-nya, cuma untuk charging-nya kami sediakan genset kalau di daerah tidak ada listrik," ujarnya kepada Bisnis, Rabu 4 September 2019.

    Agus menjelaskan, e-AMMDes saat ini masih dalam tahap uji coba coba dan akan terus dikembangkan. Menurutnya, e-AMMDes dapat menghemat sekitar 50 persen bahan bakar jika dibandingkan dengan konvesional.

    e-AMMDes, katanya, merupakan model battery electric vehicle (BEV) dengan extender sehingga tidak dibutuhkan kapasitas baterai yang besar. Jika kehabisan baterai, genset akan mengisi kembali baterai.

    “BEV dengan range extender, baterai tidak perlu besar tinggal diisi pakai genset,” ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.