Kisah Mobil Esemka Rajawali Bekas Jokowi, Ganti Pelat 9 Kali

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua mobil Esemka tipe Rajawali terparkir di gedung Solo Technopark, 10 Februari 2015.. Mobil tersebut merupakan kendaraan yang pernah digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota Solo, Joo Widodo. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Dua mobil Esemka tipe Rajawali terparkir di gedung Solo Technopark, 10 Februari 2015.. Mobil tersebut merupakan kendaraan yang pernah digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota Solo, Joo Widodo. TEMPO/Ahmad Rafiq


     
    Sesekali waktu mobil itu juga dikemudikan Totok untuk keliling Kota Solo demi sekadar memanaskan mesinnya. Totok berujar, pernah ada pengendara sepeda motor yang secara tidak sengaja menyerempet mobil Esemka Rajawali itu saat melintas di wilayah Purwosari.
     
    "Si pengendara motor itu langsung berhenti dan meminta maaf sampai berkali-kali. Mungkin dia mengira saya Pak Jokowi," ujar Totok.

    SUV Esemka Rajawali generasi pertama yang pernah dipopulerkan Joko Widodo saat masih menjabat Wali Kota Solo. Mobil itu kini terparkir di garasi SMKN 2 Surakarta Jurusan Otomotif. 10 September 2019. TEMPO/Dinda Leo Listy

     
    Totok menambahkan, Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo yang kini menjadi anggota Komisi I DPR pernah berniat mengkoleksi  prototipe mobil SUV Esemka Rajawali itu. 
     
    "Pak Roy Suryo kan punya koleksi mobil-mobil mewah. Dia ingin menyandingkan mobil Esemka Rajawali ini dengan Mercedes," kata Totok. Karena besarnya nilai historis mobil Esemka Rajawali itu bagi SMK N 2 Surakarta, Totok tidak merestui niatan Roy Suryo. 
     
    "Pak Roy belum menyebutkan angka pastinya (harga yang ditawarkan untuk membeli mobil Esemka Rajawali itu). Tapi yang saya tahu, kisarannya jelas di atas 2 M," kata Totok sambil tersenyum bangga.
     
     
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.