Suzuki Vitara Brezza Facelift Segera Hadir, Mesin Ertiga

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Vitara Brezza yang menjalani pengujian di jalanan India. Sumber: gaadiwadi.com

    Suzuki Vitara Brezza yang menjalani pengujian di jalanan India. Sumber: gaadiwadi.com

    TEMPO.CO, New DelhiSuzuki Vitara Brezza, salah satu model SUV yang dijual di India akan mendapatkan facelift. Mobil yang menjadi tulang punggung penjualan bagi Maruti Suzuki ini disebut-sebut akan debut pada New Delhi Auto Expo 2020 pada Februari tahun depan.

    Model ini tertangkap kamera di jalanan saat menjalani pengujian. Dalam penampakannya yang masih terbalut kamuflase tampak perubahan besar pada bagian depan gril yang masih ditutupi dengan stiker hitam. Selain itu, dugaannya SUV ini akan mendapatkan mesin bensin untuk pertama kalinya. Pada April lalu, tersiar kabar Maruti Suzuki sedang menyiapkan Vitara Brezza yang bertenaga bensin untuk pasar lokal India.

    Vitara akan menggendong mesin 1.5 liter K15B terbaru yang juga digunakan Suzuki Ertiga. Mesin 1.462cc ini menghasilkan tenaga 105hp dan torsi 138Nm. Tak luput pula penggunaan sistem Smart Hybrid Suzuki, yang dilengkapi generator starter terintegrasi dan pengaturan baterai ganda. Suzuki akan menanggalkan mesin diesel pada Vitara karena sulit memenuhi standar emisi yang ditetapkan pemerintah.

    Maruti sedang mempertimbangkan menggunakan mesin bensin Boosterjet 1,0 liter, dari Baleno RS, untuk Vitara Brezza. Namun, mesin turbocharged ini mahal dan konsumsi bahan bakar tidak sesuai dengan harapan. Selain itu, bottom-end Boosterjet 1.0 liter yang lemah tidak akan selaras dengan karakter Brezza.

    Mesin 1.5 liter memang bukan mesin yang paling menarik tetapi menghasilkan tenaga yang cukup dan juga menjanjikan efisiensi bahan bakar yang baik. Mesin ini dikombinasikan dengan gearbox manual 5-kecepatan, selain itu Maruti Suzuki memiliki rencana untuk memperkenalkan transmisi otomatis 4-speed.

    AUTOCAR | GAADI WAADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.